Berhubung di Astonesia tidak menggunakan sistem remisi instan, tahanan seperti Alkais diwajibkan menjalani minimal tiga perempat dari masa hukuman. Di tahun ketujuh ini, Alkais bisa bebas bersyarat, sisa hukumannya dijalani dengan pengawasan ketat di luar penjara. Hanya tinggal menunggu hitungan minggu dan ia bisa kembali menghirup udara segar lagi.
“Susah merobohkan tembok benteng itu dari luar, Al. Kita harus masuk, jadi bagian dari bata-batanya, lalu merontokkannya dari dalam.”
“Apa maksud kamu, An? Kamu mau jadi bagian dari mereka?” Alkais mengernyit dari balik telepon. Gadis itu jarang sekali berkunjung sejak Alkais mendekam di balik jeruji besi. Lalu hari itu, tiba-tiba ia datang dengan wajah berseri, membawa kabar baik katanya.
“Kita bisa berjuang dari dalam, Al. Aku nggak sabar nunggu kamu bebas, pasti seru!” ujar Anna tersimpul.









