Runtut.com
NasionalBreaking News

Dugaan WNI Jadi Tentara Bayaran di Perang Ukraina, Kemlu dan KBRI Buka Suara

Kemlu dan KBRI Moskow telusuri kebenaran identitas WNI yang dikabarkan tewas di perang Ukraina usai direkrut militer Rusia.

3 menit baca
1
Yvonne Mewengkang, Juru Bicara Kemlu RI, saat press briefing Jumat, 27 Februari 2026, di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Yvonne Mewengkang, Juru Bicara Kemlu RI, saat press briefing Jumat, 27 Februari 2026, di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta. — RRI/Retno Mandasari

Selain faktor ketatanegaraan, desakan ini selaras dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten menganut prinsip bebas dan aktif. Indonesia menolak segala bentuk keterlibatan warga negaranya dalam pertempuran antarnegara yang bukan menjadi bagian dari misi perdamaian resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Dalam konteks perselisihan geopolitik global, Jakarta terus mendorong penyelesaian konflik secara damai melalui meja perundingan diplomatik ketimbang eskalasi militer.

Di sisi lain, modus operandi perekrutan asing yang kerap memanfaatkan tawaran gaji tinggi, fasilitas kewarganegaraan instan, hingga iming-iming pekerjaan di luar negeri menjadi perhatian serius otoritas keamanan nasional. 

Kemlu RI mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja atau kompensasi finansial yang mengarah pada aktivitas militer dan tentara bayaran di daerah konflik.

Melalui perwakilan diplomatiknya di Moskow, Indonesia meminta klarifikasi menyeluruh dari otoritas Rusia serta mendesak adanya pengawasan ketat terhadap agen-agen perekrutan independen yang beroperasi secara agresif di ruang digital. 

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi ini guna memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI sekaligus mempertahankan kedaulatan hukum nasional di mata dunia internasional.

Adapun mengenai kabar gugurnya seorang WNI yang dikabarkan bergabung dengan pasukan militer Rusia di perbatasan Ukraina, Yvonne mengonfirmasi bahwa pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow masih terus mendalami dan memverifikasi kebenaran informasi tersebut.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi
Nasional

Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (29/10/2026) menyita perhatian publik setelah beredarnya rekaman konvoi massa

Maya Sintasari· 1 hari lalu
PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian
Nasional

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu