Runtut.com

Rudal Rusia Hantam Kyiv, Tiga Orang Tewas dan Puluhan Warga Terluka

Rudal balistik Rusia menghantam Kyiv, Ukraina, menyebabkan korban jiwa, puluhan warga terluka, serta merusak fasilitas publik di tengah perang yang belum usai.

2 menit baca
6
Rudal Rusia Hantam Kyiv, Tiga Orang Tewas dan Puluhan Warga Terluka
Asap membubung setelah serangan rudal Rusia menghantam wilayah Kyiv, Ukraina. Serangan tersebut menewaskan warga dan merusak sejumlah bangunan. — Getty Images/@Eugene Kotenko

UKRAINA - Serangan rudal balistik Rusia menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis dini hari, 20 Agustus 2026. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang, melukai 20 warga lainnya, serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan gangguan listrik di beberapa wilayah kota.

Ledakan terjadi setelah pasukan Rusia melancarkan serangan terhadap sejumlah titik di Kyiv. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyebut kebakaran besar muncul setelah rudal mengenai lantai atas sebuah gedung apartemen sembilan lantai.

Melalui aplikasi pesan Telegram, ia melaporkan terdapat warga yang terjebak di beberapa lokasi akibat dampak serangan tersebut.

“Orang-orang terjebak di tempat lain saat Moskow menghantam fasilitas nonperumahan dan apartemen, gudang, serta rumah sakit anak-anak,” kata Klitschko dalam keterangannya.

Sejumlah saksi mata mengaku mendengar lebih dari selusin ledakan yang mengguncang wilayah Kyiv. Selain korban di ibu kota, pejabat wilayah sekitar Kyiv juga melaporkan adanya satu korban meninggal dunia akibat serangan yang berlangsung secara luas tersebut.

Serangan terbaru ini kembali memperpanjang konflik antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022. Selama lebih dari empat tahun, kedua negara masih terlibat dalam pertukaran serangan meskipun berbagai upaya diplomasi telah dilakukan oleh sejumlah pihak, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Upaya mencapai kesepakatan penghentian perang hingga kini belum menghasilkan gencatan senjata yang berkelanjutan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa Kyiv telah menyerahkan proposal perdamaian kepada negosiator Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Namun, proses pembahasan proposal tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Witkoff dan Kushner diketahui terakhir kali berada di Moskow pada Januari lalu dan belum melakukan kunjungan ke Kyiv untuk membahas rencana penyelesaian konflik secara langsung.

Dari pihak Rusia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan Moskow belum menerima proposal khusus terkait kemungkinan pertemuan lanjutan dengan negosiator Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada surat kabar Izvestia.

Meski demikian, Zakharova menyebut Rusia tetap terbuka untuk mengatur pertemuan dalam waktu singkat apabila terdapat agenda yang jelas. Pernyataan itu disampaikan di tengah situasi perang yang masih berlangsung dan meningkatnya tekanan internasional agar kedua pihak kembali membuka jalur dialog.

Serangan terhadap Kyiv menjadi pengingat bahwa dinamika konflik Rusia-Ukraina masih jauh dari penyelesaian. Di tengah proses diplomasi yang belum menemukan titik temu, warga sipil tetap menjadi kelompok yang terdampak langsung dari rangkaian serangan militer kedua pihak.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?
Internasional

Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?

New York berencana menghentikan operasional kereta kuda Central Park setelah lebih dari 150 tahun. Rancangan Romanch’s Law dijadwalkan dipungut suara minggu ini

Ferdian Trikusuma· 4 jam lalu
Jembatan China–Korea Utara Resmi Dibuka Setelah Mangkrak 12 Tahun
Internasional

Jembatan China–Korea Utara Resmi Dibuka Setelah Mangkrak 12 Tahun

Jembatan China–Korea Utara resmi beroperasi setelah tertunda 12 tahun. Infrastruktur ini membuka peluang peningkatan perdagangan dan konektivitas kedua negara.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Ribuan Mahasiswa Albania Turun ke Jalan, Desak Perdana Menteri Mundur
Internasional

Ribuan Mahasiswa Albania Turun ke Jalan, Desak Perdana Menteri Mundur

Gelombang protes mahasiswa di Albania makin memanas menuntut PM Edi Rama mundur. Unjuk rasa meluas ke berbagai kota diiringi isu korupsi dan sengketa lahan.

Mila Nabilah· 2 hari lalu
Pilot Laporkan Penumpukan Es Sebelum Pesawat Piper PA-46 Jatuh di Wisconsin
Internasional

Pilot Laporkan Penumpukan Es Sebelum Pesawat Piper PA-46 Jatuh di Wisconsin

Pesawat Piper PA-46 Malibu jatuh di Wisconsin dan menewaskan enam orang. Pilot sempat melaporkan penumpukan es sebelum kehilangan kontak.

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Mirwan Suwarso Ingin Ubah Como 1907 Layaknya Disney, Sepak Bola Bukan Satu-satunya Bisnis
Internasional

Mirwan Suwarso Ingin Ubah Como 1907 Layaknya Disney, Sepak Bola Bukan Satu-satunya Bisnis

Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso ingin mengembangkan klub dengan model bisnis ala Disney, memadukan sepak bola, fashion, merchandise, media, dan pariwisata.

Ferdian Trikusuma· 5 hari lalu
Eksplorasi Minyak, Gas, dan Mineral Berskala Besar Akan Dimulai di Greenland
Internasional

Eksplorasi Minyak, Gas, dan Mineral Berskala Besar Akan Dimulai di Greenland

Presiden AS, Donald Trump mengumumkan pada Rabu (14/10/206), akan melakukan eksplorasi berskala besar atas minyak, gas, dan mineral di Greenland.

Andini Putri Lestari· 5 hari lalu