TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian diketahui kembali melakukan pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada akhir Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena Mojtaba masih jarang tampil di ruang publik sejak menggantikan posisi ayahnya, Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret lalu.

Laporan media pemerintah Iran menyebutkan, pertemuan antara Pezeshkian dan Mojtaba membahas sejumlah isu strategis negara, mulai dari kondisi militer, dampak konflik dengan Amerika Serikat (AS), hingga persoalan ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain membahas keamanan nasional, kedua tokoh tersebut turut membicarakan pengelolaan sumber daya, stabilitas devisa, penggunaan energi, serta hubungan ekonomi Iran dengan negara-negara mitra. Agenda tersebut mencerminkan tantangan utama pemerintah Iran yang saat ini berhadapan dengan tekanan geopolitik dan kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Pertemuan itu berlangsung menjelang memasuki tahun ketiga masa pemerintahan Pezeshkian. Informasi mengenai pertemuan tersebut baru disampaikan media pemerintah Iran pada Minggu (9/8/2026), setelah sebelumnya aktivitas Mojtaba lebih banyak dilakukan melalui pernyataan tertulis tanpa kemunculan langsung di hadapan publik.

Media Iran menyebut pertemuan Masoud Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei membahas keamanan nasional, ekonomi, serta arah kebijakan Iran.
Media Iran menyebut pertemuan Masoud Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei membahas keamanan nasional, ekonomi, serta arah kebijakan Iran. — X/@IRNA_1313

Minimnya penampilan Mojtaba sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran menimbulkan perhatian internasional. Publikasi mengenai aktivitasnya selama beberapa bulan terakhir relatif terbatas, terutama setelah Iran mengalami konflik militer dengan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Mojtaba sebelumnya dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan gabungan AS dan Israel dalam konflik tersebut. Namun, pemerintah Iran belum memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi kesehatannya. Serangan itu juga menewaskan Ali Khamenei serta sejumlah anggota keluarga Khamenei.

Kondisi tersebut membuat keberadaan Mojtaba menjadi salah satu perhatian dalam dinamika politik Iran. Ia bahkan tidak terlihat secara langsung dalam prosesi pemakaman ayahnya yang berlangsung besar-besaran beberapa waktu lalu.

Sebelum pertemuan akhir Juli terungkap, Pezeshkian sempat memberikan pernyataan berbeda mengenai komunikasi dengan Mojtaba. Pada 21 Juli, Pezeshkian menyebut hubungan komunikasi dengan pemimpin tertinggi Iran itu semakin meningkat. Namun, pada awal Agustus, ia menyatakan komunikasi dengan Mojtaba berada dalam kondisi yang sulit.

Pada Mei 2026, media pemerintah Iran juga pernah melaporkan pertemuan antara Pezeshkian dan Mojtaba selama beberapa jam. Pertemuan tersebut menjadi salah satu aktivitas resmi pertama yang dipublikasikan setelah Mojtaba mengambil alih posisi pemimpin tertinggi Iran.