Runtut.com

Presenter TV Mesir Sarah Khalifa Divonis Mati dalam Kasus Dugaan Perdagangan Narkoba

Presenter TV Mesir Sarah Khalifa divonis hukuman mati bersama 11 terdakwa lain dalam kasus dugaan jaringan produksi dan perdagangan narkotika.

2 menit baca
6
Runtut.com
Presenter televisi Sarah Khalifa menghadapi vonis mati dari Pengadilan Kairo atas perkara dugaan keterlibatan jaringan narkotika terorganisasi. — Instagram/@sara_khaliifa

MESIR — Pengadilan Pidana Kairo, Mesir, menjatuhkan hukuman mati kepada presenter televisi Sarah Khalifa dan 11 terdakwa lainnya dalam perkara dugaan jaringan kriminal terorganisasi yang berkaitan dengan produksi serta perdagangan narkotika sintetis.

Putusan tersebut dibacakan setelah pengadilan menyatakan para terdakwa terbukti terlibat dalam pengadaan bahan baku narkotika dan kepemilikan senjata api tanpa izin.

Sarah Khalifa, 39 tahun, merupakan presenter program televisi Mission Impossible, tayangan yang membahas isu keamanan dan kriminalitas. Selain berkarier di dunia penyiaran, ia juga diketahui memiliki klinik bedah plastik serta perusahaan produksi yang bergerak di bidang penyelenggaraan acara.

Dalam putusannya, Pengadilan Kairo menyebut Sarah bersama terdakwa lain membentuk kelompok kriminal terorganisasi yang berfokus pada pengadaan bahan baku untuk pembuatan narkotika dengan tujuan diperjualbelikan. Para terdakwa juga didakwa memiliki dan membawa senjata api serta amunisi tanpa izin.

Kasus tersebut bermula dari penyelidikan terhadap dugaan produksi narkotika sintetis dalam skala besar. Jaksa menyebut bahan baku pembuatan narkotika didatangkan dari luar negeri sebelum diproses dan diedarkan oleh jaringan tersebut.

Aparat penegak hukum dilaporkan menyita lebih dari 750 kilogram narkotika sintetis dan bahan baku pembuatannya. Dalam penggeledahan, petugas juga menemukan dua apartemen yang diduga digunakan sebagai tempat produksi narkotika, termasuk sejumlah senjata api dan amunisi yang tidak memiliki izin.

Sebelum menjatuhkan vonis, perkara tersebut telah melalui proses pemeriksaan dengan menghadirkan keterangan saksi serta bukti teknis dan digital. Bukti yang diajukan dalam persidangan disebut mencakup pesan elektronik, foto, dan rekaman video yang digunakan jaksa untuk mendukung dakwaan.

Pengadilan sebelumnya menyerahkan perkara Sarah Khalifa dan sejumlah terdakwa lain kepada Mufti Agung Mesir untuk memperoleh pertimbangan terkait hukuman mati.

Prosedur tersebut merupakan bagian dari mekanisme hukum Mesir dalam perkara yang berpotensi menghasilkan vonis eksekusi. Meski demikian, pendapat mufti tidak bersifat mengikat bagi pengadilan.

Dalam perkara yang sama, pengadilan juga menjatuhkan hukuman lain kepada sejumlah terdakwa. Sebanyak sembilan terdakwa dilaporkan menerima hukuman penjara seumur hidup, sementara tujuh terdakwa lainnya dibebaskan dari seluruh dakwaan.

Selain kasus narkotika, Sarah Khalifa juga dijatuhi hukuman lima tahun penjara dalam perkara berbeda yang berkaitan dengan dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap seorang pemuda.

Sarah dan 11 terdakwa lainnya masih memiliki hak hukum untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. Sistem peradilan Mesir memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk menempuh proses hukum lanjutan sebelum eksekusi hukuman mati dilaksanakan.

Mesir termasuk negara yang menerapkan hukuman mati untuk sejumlah tindak pidana berat, seperti pembunuhan berencana, terorisme, tindak pidana tertentu terkait kekerasan seksual, serta perdagangan narkoba. Berdasarkan data Komisi Mesir untuk Hak dan Kebebasan yang dikutip AFP, sebanyak 541 vonis hukuman mati dijatuhkan di Mesir sepanjang 2025.

Kasus Sarah Khalifa mendapat perhatian publik karena latar belakangnya sebagai presenter program bertema kriminalitas. Perkara tersebut juga kembali memunculkan pembahasan mengenai penanganan kejahatan narkotika dan penerapan hukuman berat dalam sistem hukum Mesir.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme
Internasional

Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme

Aplikasi darurat Rusia dan Ukraina diretas serentak, sebarkan peringatan palsu nuklir yang justru ditanggapi santai oleh warga.

Rani Masida· 16 jam lalu
Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang
Internasional

Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang

"Syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Hormuz dibuka. Pembahasan nuklir hanya bisa dimulai setelahnya."

Andini Putri Lestari· 17 jam lalu
Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah
Internasional

Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Binance dibobol Rp114,98 triliun akibat serangan siber canggih dan rekayasa sosial, manajemen pastikan dana pengguna diamankan.

Rani Masida· 1 hari lalu
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu