MEKSIKO — Sedikitnya 10 orang tewas dan sekitar 60 lainnya mengalami luka-luka setelah ledakan kembang api terjadi dalam sebuah festival tradisional di Santa Maria Canchesda, wilayah Temascalcingo, Meksiko tengah. Ledakan tersebut memicu kebakaran besar, merusak sejumlah bangunan, serta membuat warga yang berada di lokasi berhamburan menyelamatkan diri.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/9/2026) saat masyarakat setempat menggelar rangkaian ritual festival desa. Pemerintah wilayah setempat mengonfirmasi jumlah korban meninggal dan terluka akibat insiden yang melibatkan penggunaan kembang api dalam kegiatan budaya tersebut.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, warga saat itu tengah mengikuti arak-arakan dengan membawa patung banteng berbahan jerami yang dihiasi kembang api atau dikenal sebagai sapi petasan. Kembang api yang terpasang pada patung tersebut kemudian menyembur ketika prosesi berlangsung.
Ledakan besar terjadi setelah percikan api diduga menyambar persediaan kembang api yang disimpan di area sekitar gereja desa. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke kawasan alun-alun kota. Kekuatan ledakan dilaporkan menyebabkan sejumlah dinding bangunan roboh.
Petugas penyelamat langsung diterjunkan untuk memadamkan api, mengevakuasi warga, serta mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan. Aparat setempat menyebut jumlah korban dapat berubah seiring proses pencarian dan penanganan di lokasi kejadian.
Keuskupan Atlacomulco, wilayah yang berada tidak jauh dari lokasi ledakan, menyampaikan bahwa dua imam turut menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut. Keduanya dilaporkan mengalami cedera, tetapi kondisi mereka tidak membahayakan nyawa.
“Kami bersatu dalam doa bagi mereka yang telah kehilangan nyawa, keluarga dan orang-orang terkasih mereka, serta mereka yang terluka dan semua orang yang saat ini mengalami masa-masa penuh rasa sakit dan kekhawatiran,” kata Keuskupan Atlacomulco melalui pernyataan di media sosial, Selasa (8/9/2026).
Sementara itu, Kantor Kejaksaan Agung Meksiko menyatakan penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Aparat tengah mengumpulkan informasi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kembang api memicu ledakan besar dalam festival tersebut.
Penggunaan kembang api dalam festival masyarakat Meksiko telah beberapa kali menimbulkan kecelakaan fatal. Pada Juli 2018, ledakan di sebuah pabrik kembang api di Tultepec, wilayah utara Mexico City, menewaskan 24 orang. Dua tahun sebelumnya, ledakan di pasar kembang api kawasan yang sama menyebabkan 42 orang meninggal dunia.
Rangkaian insiden tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan dalam penggunaan bahan peledak untuk kegiatan budaya dan keagamaan.










