Runtut.com

Kabut Asap Lintas Negara Memburuk, Singapura Minta Warga Waspadai Kualitas Udara

Kabut asap karhutla Indonesia menyelimuti Singapura hingga kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Warga diminta waspadai dampak kesehatan.

3 menit baca
17
Runtut.com
Kabut asap lintas negara membuat kualitas udara Singapura memburuk. Pemerintah setempat mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan. — REUTERS/SUHAIMI ABDULLAH

SINGAPURA — Kualitas udara Singapura memburuk akibat kabut asap lintas negara dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) mencatat indeks kualitas udara di sejumlah wilayah memasuki kategori tidak sehat, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat paparan polusi udara.

Peringatan tersebut disampaikan NEA setelah Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam mencapai kategori tidak sehat pada Sabtu (5/9/2026). Pada pukul 19.00 waktu setempat, wilayah tengah Singapura mencatat angka PSI 103. Sebelumnya, wilayah barat dan timur juga berada pada level tidak sehat dengan masing-masing angka PSI 103 dan 102.

Kategori tidak sehat berada pada rentang PSI 101–200. Kondisi ini menjadi perhatian karena merupakan pertama kalinya angka PSI Singapura melewati batas tersebut sejak kabut asap pada 8 Oktober 2023.

NEA kemudian mulai menerbitkan laporan kabut asap harian sejak Jumat (4/9/2026). Laporan tersebut mencakup prakiraan PSI 24 jam yang dapat digunakan masyarakat sebagai acuan dalam menentukan aktivitas di luar ruangan.

Kabut asap yang menyelimuti Singapura berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Gumpalan asap dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau berada di bagian selatan dan tengah Sumatra serta beberapa wilayah Kalimantan. Kondisi angin yang bergerak dari arah tenggara atau selatan kemudian membawa partikel asap menuju wilayah Singapura.

Runtut.com
Indeks kualitas udara Singapura mencapai level tidak sehat akibat kabut asap lintas batas. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar ruang. — REUTERS/SUHAIMI ABDULLAH

NEA memperkirakan kualitas udara masih berpotensi mengalami gangguan dalam beberapa hari ke depan apabila kebakaran di wilayah sumber asap belum sepenuhnya terkendali. Kondisi cuaca kering di Singapura dan kawasan sekitarnya juga diperkirakan masih berlangsung.

Selain PSI 24 jam, NEA juga menggunakan indikator PM2,5 untuk memantau kualitas udara. PM2,5 merupakan partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan menjadi salah satu polutan utama dalam peristiwa kabut asap.

Berbeda dengan PSI 24 jam yang menggambarkan rata-rata kualitas udara selama 24 jam terakhir, pembacaan PM2,5 per jam menunjukkan kondisi polusi pada waktu tertentu. Paparan partikel tersebut dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, NEA mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga juga disarankan memantau pembaruan kualitas udara sebelum melakukan kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik di ruang terbuka.

Sementara itu, kondisi kabut asap juga berdampak terhadap sejumlah negara tetangga Indonesia. Malaysia turut mengalami penurunan kualitas udara di beberapa wilayah akibat fenomena kabut asap lintas batas yang sama.

Kabut asap lintas negara kembali menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan memiliki dampak yang melampaui batas wilayah administratif. Penanganan persoalan tersebut membutuhkan pengendalian sumber kebakaran sekaligus kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan akibat polusi udara.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme
Internasional

Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme

Aplikasi darurat Rusia dan Ukraina diretas serentak, sebarkan peringatan palsu nuklir yang justru ditanggapi santai oleh warga.

Rani Masida· 22 jam lalu
Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang
Internasional

Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang

"Syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Hormuz dibuka. Pembahasan nuklir hanya bisa dimulai setelahnya."

Andini Putri Lestari· 22 jam lalu
Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah
Internasional

Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Binance dibobol Rp114,98 triliun akibat serangan siber canggih dan rekayasa sosial, manajemen pastikan dana pengguna diamankan.

Rani Masida· 1 hari lalu
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu