Runtut.com

Wakil Menteri Kesehatan Vietnam Ditahan dalam Kasus Dugaan Suap Pengadaan Alat Medis

Wakil Menteri Kesehatan Vietnam Tran Van Thuan ditangkap dalam kasus dugaan suap pengadaan alkes, terkait penyelidikan perusahaan Viet My Medical.

3 menit baca
4
Runtut.com
Wakil Menteri Kesehatan Vietnam Tran Van Thuan ditahan polisi terkait dugaan suap pengadaan alat kesehatan yang melibatkan perusahaan medis. — Pexels/@Dave Garcia

VIETNAM — Kepolisian Vietnam menahan Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan atas dugaan keterlibatan dalam kasus suap bernilai besar yang berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan (alkes). Penahanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyelundupan, pelanggaran akuntansi, serta praktik penggelembungan harga alat medis yang melibatkan perusahaan swasta di sektor kesehatan.

Kementerian Keamanan Publik Vietnam menyatakan Tran ditahan karena diduga menerima suap dalam jumlah besar. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip media The Star pada Rabu (2/9/2026). Namun, pihak berwenang belum merinci nilai suap maupun bentuk keterlibatan Tran dalam dugaan pelanggaran tersebut.

Tran Van Thuan, 56 tahun, merupakan salah satu pejabat senior di bidang kesehatan Vietnam. Sebelum menjabat sebagai wakil menteri pada 2020, ia dikenal sebagai ahli onkologi dan pernah memimpin sejumlah institusi medis. Pada 2024, ia juga dipercaya menduduki posisi ketua Dewan Medis Nasional Vietnam.

Kasus yang menyeret Tran berkaitan dengan penyidikan terhadap Viet My Medical Investment Joint Stock Company. Perusahaan tersebut diduga terlibat dalam perdagangan alat medis dan farmasi dengan modus manipulasi harga serta pelanggaran aturan impor.

Dalam penyelidikan awal, kepolisian Vietnam telah menangkap dua eksekutif dan seorang akuntan perusahaan tersebut. Otoritas menduga perusahaan itu dibentuk untuk mengimpor peralatan medis dari Singapura dan Hong Kong, kemudian menjualnya kembali dengan harga yang telah dinaikkan secara tidak wajar.

Selain dugaan penggelembungan harga, aparat juga menyelidiki dugaan praktik impor ilegal terhadap sejumlah peralatan medis. Meski demikian, proses hukum masih berjalan untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat dan rangkaian pelanggaran yang terjadi.

Penahanan Tran menjadi bagian dari rangkaian penegakan hukum antikorupsi yang terus digencarkan pemerintah Vietnam dalam beberapa tahun terakhir. Kampanye tersebut telah menyeret sejumlah pejabat negara dan pengusaha besar yang diduga terlibat dalam praktik korupsi di berbagai sektor.

Presiden Vietnam To Lam diketahui melanjutkan agenda pemberantasan korupsi yang sebelumnya telah berjalan di bawah pemerintahan terdahulu. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap penyelenggara negara dan sektor bisnis yang memiliki hubungan dengan proyek publik.

Sebelum kasus Tran mencuat, sektor kesehatan Vietnam juga pernah menghadapi persoalan serupa. Mantan Menteri Kesehatan Nguyen Thi Kim Tien dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada Mei 2026 dalam perkara terkait pengelolaan proyek rumah sakit.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian besar dalam agenda antikorupsi Vietnam, terutama karena melibatkan pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Hingga kini, Tran Van Thuan belum dinyatakan bersalah karena proses hukum masih berada pada tahap penyidikan. Pemerintah Vietnam masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan keterlibatan masing-masing pihak dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan tersebut.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 3 jam lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 TahunBreaking
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 9 jam lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat TewasBreaking
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 15 jam lalu
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu