Runtut.com

Korupsi Migas Irak Bongkar Aset Rp177 Miliar Eks Pejabat Kementerian

Kasus korupsi migas Irak menyeret mantan pejabat kementerian. Otoritas menyita uang tunai Rp177 miliar serta puluhan aset terkait penyidikan.

2 menit baca
4
Runtut.com
Otoritas Irak menyita sejumlah aset dalam penyidikan dugaan korupsi sektor migas yang melibatkan mantan pejabat kementerian perminyakan. — Getty Images/@Anadolu

IRAK - Otoritas Irak menyita aset senilai sekitar Rp177 miliar dalam penyidikan dugaan korupsi sektor minyak dan gas (migas) yang menyeret mantan pejabat kementerian perminyakan negara tersebut. Aset yang diamankan berupa uang tunai, puluhan properti, serta kendaraan mewah yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Dewan Kehakiman Tertinggi Irak pada Senin (31/8/2026) mengumumkan penyitaan aset dari Alaa Mohsen Khalaf, mantan direktur kantor Adnan al-Jumaili, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Perminyakan Irak untuk urusan penyulingan.

Seorang hakim investigasi dari Pengadilan Kriminal Pusat Baghdad untuk Pemberantasan Korupsi menyebutkan, penyidik menemukan uang tunai dalam jumlah besar dari Khalaf. Nilai aset yang disita terdiri atas 7 miliar dinar Irak atau sekitar US$5,3 juta (sekitar Rp93,81 miliar) serta uang tunai US$5,5 juta (sekitar Rp97,35 miliar).

Selain uang tunai, aparat juga menyita 35 properti dan enam kendaraan milik Khalaf. Seluruh aset tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti dalam proses penyelidikan dugaan korupsi yang masih berlangsung.

Dalam perkembangan kasus yang sama, Adnan al-Jumaili juga telah ditahan oleh otoritas Irak. Mantan wakil menteri tersebut menghadapi tuduhan terkait penyalahgunaan dana publik, termasuk dugaan pemborosan anggaran dan pemberian kontrak yang melanggar aturan.

Jumaili sebelumnya diberhentikan dari jabatannya pada Juni 2026 setelah muncul dugaan pelanggaran dalam pengelolaan sektor perminyakan. Otoritas Irak kini memanfaatkan keterangan yang diberikan Jumaili sebagai salah satu bagian dari proses penyelidikan.

Penyitaan aset tersebut merupakan bagian dari kampanye pemberantasan korupsi keuangan dan administrasi yang diluncurkan pemerintah Irak sejak 28 Juni 2026. Program tersebut dilakukan bersama Dewan Kehakiman Tertinggi Irak dengan tujuan menindak pihak yang diduga terlibat korupsi sekaligus mengembalikan aset negara yang hilang.

Dalam beberapa waktu terakhir, aparat Irak meningkatkan operasi penindakan terhadap dugaan korupsi yang melibatkan pejabat publik, anggota parlemen, hingga pengusaha. Penggerebekan dilakukan di Baghdad dan sejumlah wilayah lain untuk melacak aliran dana serta mengamankan aset yang diduga berasal dari praktik ilegal.

Sektor migas menjadi salah satu fokus utama dalam pemberantasan korupsi Irak mengingat industri tersebut menjadi sumber utama pendapatan negara. Namun, pengelolaan minyak dan gas di Irak selama bertahun-tahun juga menghadapi berbagai persoalan, mulai dari dugaan penyalahgunaan kewenangan hingga lemahnya pengawasan terhadap kontrak publik.

Hingga kini, otoritas kehakiman Irak belum menyampaikan keputusan akhir mengenai status hukum para tersangka. Seluruh pihak yang terlibat masih berada dalam proses penyidikan dan memiliki hak untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 3 jam lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 TahunBreaking
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 9 jam lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat TewasBreaking
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 15 jam lalu
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu