Runtut.com

Usai Konflik dengan AS, Iran Usulkan Aliansi Keamanan Negara Muslim untuk Kurangi Pengaruh Asing

Iran usulkan “NATO Islam” bersama negara Muslim untuk memperkuat keamanan kawasan setelah konflik dengan Amerika Serikat.

3 menit baca
3
Usai Konflik dengan AS, Iran Usulkan Aliansi Keamanan Negara Muslim untuk Kurangi Pengaruh Asing
Bendera negara Iran — Pexels.com/@aboodi vesakaran

TEHERAN — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali meningkat setelah konflik bersenjata pada 2026 mendorong Teheran mengajukan gagasan pembentukan aliansi keamanan baru di Timur Tengah. Iran mengusulkan kerja sama pertahanan yang melibatkan negara-negara Muslim, termasuk Pakistan yang memiliki kemampuan nuklir, untuk memperkuat kemandirian keamanan kawasan dan mengurangi pengaruh militer dari luar.

Usulan tersebut disampaikan Penjabat sementara Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Seyed Majid Ibn Reza dalam pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Turkiye Yasar Guler pada Minggu (2/8/2026). Kerangka kerja sama itu dirancang melibatkan Iran, Turkiye, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, serta negara-negara Muslim lainnya melalui mekanisme keamanan kolektif.

Ibn Reza menyebut konsep tersebut memiliki kemiripan dengan perjanjian pertahanan bersama yang memungkinkan negara-negara anggota saling berkoordinasi menghadapi ancaman keamanan. Menurutnya, pengalaman konflik yang terjadi di kawasan menunjukkan perlunya sistem pertahanan yang lebih mandiri dan dibangun oleh negara-negara regional.

“Konflik yang terjadi belakangan ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara negara-negara tetangga untuk menjaga keamanan dan stabilitas jangka panjang,” ujar Ibn Reza.

Menurut Iran, keberadaan kekuatan asing di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketidakstabilan kawasan. Teheran menilai negara-negara regional perlu memiliki mekanisme keamanan sendiri agar keputusan strategis tidak selalu bergantung pada kepentingan negara di luar kawasan.

Ibn Reza juga menyinggung nota kesepahaman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang sebelumnya dimediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut sempat membuka peluang penurunan eskalasi konflik, meski Iran tetap menyimpan kewaspadaan terhadap Washington karena rekam jejak hubungan kedua negara yang penuh ketegangan.

Usulan pembentukan aliansi keamanan Muslim muncul setelah Iran dan Amerika Serikat terlibat konflik militer pada awal 2026. Ketegangan meningkat ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke sejumlah wilayah di kawasan.

Situasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas Timur Tengah. Iran mengecam operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran. Teheran juga menuduh Washington mendukung pendekatan agresif Israel yang berpotensi memperluas konflik.

Ibn Reza memperingatkan bahwa pembukaan front baru antara Amerika Serikat dan kelompok Hizbullah dapat memicu krisis keamanan yang lebih luas. Ia juga menilai rencana zona keamanan yang diajukan Israel di wilayah Suriah dan Lebanon berisiko menjadi sumber ketegangan baru.

Di sisi lain, Qatar menyerukan negara-negara Teluk memperkuat koordinasi diplomatik untuk menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyampaikan seruan tersebut dalam komunikasi dengan pejabat Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Oman, dan Bahrain pada Senin (3/8/2026).

Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan pembicaraan tersebut membahas perkembangan keamanan regional, termasuk upaya menjalankan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran. Al Thani meminta seluruh pihak tetap berada dalam jalur diplomasi, termasuk menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan energi penting dunia.

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April sebelum menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan. Namun, kesepakatan itu kembali terganggu setelah kedua negara melakukan serangan balasan selama hampir dua pekan.

Di tengah situasi tersebut, gagasan aliansi keamanan negara Muslim menjadi salah satu upaya Iran membangun arsitektur pertahanan baru di kawasan. Namun, realisasi kerja sama tersebut masih menghadapi tantangan politik, mengingat hubungan antarnegara Timur Tengah memiliki kepentingan dan arah kebijakan yang beragam.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Spanyol di Demo Ribuan Warganya, Tuntut Penanganan Krisis Hunian
Internasional

Spanyol di Demo Ribuan Warganya, Tuntut Penanganan Krisis Hunian

Ribuan Warga Spanyol Turun Jalan Tuntut Penanganan Krisis Hunian pada Sabtu (3/10/2026)

Andini Putri Lestari· 8 jam lalu
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata
Internasional

Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata

AI keliru menganalisis data intelijen hingga hampir memicu operasi militer AS terhadap kapal China. Kasus ini membuka risiko AI di medan perang.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu