AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Lake America. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengubah penyebutan resmi danau yang berada di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu dalam seluruh dokumen serta peta pemerintah federal AS.

Perintah eksekutif berjudul “Honoring the American History of the Great Lakes and Renaming Lake Ontario as Lake America” tersebut ditandatangani Trump pada 27 Agustus 2026 di Gedung Putih.

Dalam dokumen itu, Trump memerintahkan Menteri Dalam Negeri AS berkoordinasi dengan Board on Geographic Names untuk memperbarui nama danau dalam sistem data geografis pemerintah Amerika Serikat.

Pemerintah AS menyebut perubahan nama tersebut sebagai bagian dari kebijakan untuk menonjolkan kontribusi masyarakat Amerika dan warisan sejarah nasional melalui penamaan kawasan alam.

Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Amerika Serikat memiliki peran besar dalam perlindungan kawasan Great Lakes, termasuk melalui investasi lingkungan, pengelolaan jalur pelayaran, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.

Administrasi Trump menyatakan Penjaga Pantai Amerika Serikat mengoperasikan sembilan dari 11 kapal pemecah es yang bertugas menjaga jalur pelayaran di kawasan Great Lakes. Pemerintah AS juga menyebut telah mengalokasikan hampir 4 miliar dolar AS dalam satu dekade terakhir untuk perlindungan ekosistem air tawar Great Lakes.

Dalam perintah tersebut, Trump menyatakan Danau Ontario merupakan aset strategis bagi Amerika Serikat karena memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan pertahanan. Pemerintah AS menilai danau itu berperan dalam perjalanan eksplorasi, perdagangan, pembangunan permukiman, hingga aktivitas militer sejak masa kolonial hingga periode awal berdirinya negara tersebut.

Runtut.com
Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih terkait kebijakan perubahan nama Lake Ontario menjadi Lake America. — Dok. whitehouse.gov

Dokumen itu juga menyebut kawasan Danau Ontario pernah menjadi jalur penting bagi perdagangan Amerika, termasuk melalui pelabuhan Oswego, New York, yang memiliki sejarah sebagai lokasi pertahanan dan jalur perdagangan. Selain itu, wilayah Sackets Harbor di New York disebut memiliki peran dalam pembangunan kapal dan operasi angkatan laut saat Perang 1812.

Pemerintah AS menilai sistem pelayaran Great Lakes–St. Lawrence Seaway, dengan Danau Ontario sebagai bagian paling timur, masih memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian. Aktivitas perdagangan di kawasan tersebut mendukung berbagai sektor seperti pertambangan, pertanian, manufaktur, energi, serta distribusi barang.

Trump juga menyebut air dari Danau Ontario dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangkit listrik serta pasokan air minum bagi masyarakat sekitar. Atas dasar nilai strategis tersebut, pemerintahannya mengarahkan perubahan nama danau sebagai bentuk pengakuan terhadap peran kawasan tersebut bagi kepentingan nasional Amerika Serikat.

Berdasarkan perintah tersebut, Menteri Dalam Negeri AS memiliki waktu 30 hari untuk melakukan langkah administratif bersama Board on Geographic Names. Proses itu mencakup pembaruan Geographic Names Information System (GNIS), yaitu basis data resmi pemerintah AS mengenai nama-nama geografis.

Namun, perubahan nama tersebut secara hukum hanya berlaku dalam administrasi pemerintah Amerika Serikat. Danau Ontario merupakan wilayah perairan bersama antara AS dan Kanada dengan garis perbatasan kedua negara membentang di kawasan danau tersebut. Pemerintah Kanada sebelumnya menyatakan tetap menggunakan nama Lake Ontario sebagai penyebutan resmi.

Kebijakan perubahan nama ini menjadi bagian dari rangkaian langkah Trump dalam mengubah penyebutan sejumlah wilayah geografis. Sebelumnya, pemerintah AS juga mengeluarkan kebijakan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi “Gulf of America”. Perubahan tersebut memicu perbedaan sikap antara Amerika Serikat dengan negara lain yang berbagi wilayah geografis tersebut.