Putin izinkan pemerintah Rusia mengambil alih sementara infrastruktur strategis setelah serangan Ukraina mengancam fasilitas penting negara.
RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin menerbitkan dekret yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk mengambil alih sementara pengelolaan infrastruktur strategis milik swasta jika dinilai gagal menjaga fasilitas tersebut dari ancaman serangan Ukraina.
Kebijakan tersebut berlaku sejak Senin dan muncul ketika Rusia serta Ukraina meningkatkan serangan udara ke wilayah masing-masing. Serangan Ukraina yang menyasar fasilitas di dalam wilayah Rusia disebut telah berdampak pada sejumlah sektor, termasuk gangguan pasokan bahan bakar dan aktivitas logistik.
Dekret tersebut mengatur bahwa pemerintah Rusia dapat menerapkan administrasi sementara terhadap fasilitas yang masuk kategori infrastruktur kritis, apabila pemiliknya tidak mengambil langkah keamanan yang memadai atau gagal memulihkan operasional setelah terjadi serangan.
Infrastruktur yang tercakup dalam aturan itu meliputi sektor energi, bahan bakar, komunikasi, transportasi, logistik, serta fasilitas lain yang dianggap memiliki peran penting bagi keamanan nasional Rusia.
Melalui mekanisme tersebut, negara dapat mengambil kendali sementara atas aset, hak kepemilikan, hingga saham perusahaan terkait. Namun, pemerintah Rusia belum menyebutkan perusahaan mana saja yang berpotensi terkena kebijakan tersebut.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan langkah itu diperlukan karena sejumlah pemilik fasilitas dinilai belum memberikan perhatian cukup terhadap perlindungan keamanan, termasuk sistem pertahanan terhadap serangan drone.
“Sering kali pemilik perusahaan tidak memberikan perhatian yang memadai terhadap langkah-langkah untuk memastikan keamanan, termasuk keamanan antidrone,” kata Peskov kepada wartawan pada Selasa (25/8/2026).
Menurut Peskov, pemerintah akan melakukan analisis melalui lembaga terkait untuk menentukan fasilitas yang membutuhkan intervensi negara. Ia menyebut usulan pengambilalihan sementara akan diajukan apabila ditemukan sektor penting yang belum memiliki perlindungan memadai.
Kebijakan tersebut berkaitan dengan meningkatnya serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia dalam beberapa waktu terakhir. Kyiv diketahui memperluas operasi drone dan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas yang dianggap berkaitan dengan kemampuan ekonomi serta logistik Rusia.
Salah satu sasaran yang mendapat perhatian adalah pusat logistik perusahaan perdagangan elektronik Ozon di Rusia. Serangan terhadap fasilitas tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Ukraina menekan ekonomi Rusia yang semakin diarahkan untuk mendukung kebutuhan perang.
Di sisi lain, Rusia juga terus melancarkan serangan udara terhadap wilayah Ukraina. Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan dua rudal dan sekitar 150 drone dalam satu serangan malam menuju wilayah Ukraina. Dari jumlah tersebut, 124 drone diklaim berhasil ditembak jatuh.
Serangan rudal Rusia terjadi ketika Ukraina menghadapi keterbatasan persediaan pencegat rudal Patriot buatan Amerika Serikat yang selama ini menjadi salah satu sistem utama pertahanan udara Kyiv.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya telah menerima sejumlah kecil rudal Patriot dari mitra internasional, tetapi jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan pertahanan udara Ukraina.
“Jumlahnya hanya sedikit. Kami membutuhkan lebih banyak,” ujar Zelensky dalam pertemuan dengan Presiden Estonia, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Ukraina Ukrinform.
Perkembangan terbaru menunjukkan perang Rusia-Ukraina tidak hanya berlangsung melalui pertempuran di garis depan, tetapi juga melalui perebutan kendali atas infrastruktur, energi, dan sistem ekonomi yang menopang kedua negara.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab