Runtut.com

Perang Iran Ganggu Pasokan Energi, Trump Tunggu Penurunan Harga Minyak Pasca Pemilu

Ketegangan di Timur Tengah kembali memengaruhi pasar energi dunia. Harga minyak menembus 100 dolar AS per barel di tengah konflik Iran.

3 menit baca
9
Runtut.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait konflik Iran dan dampaknya terhadap harga energi menjelang pemilihan umum sela AS. — whitehouse.gov

AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan konflik Iran akan berakhir setelah pemilihan umum sela (midterm elections) AS digelar pada November 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat harga minyak dunia kembali meningkat dan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat.

Trump menyebut Iran masih akan melanjutkan konflik hingga pemilu berlangsung karena menilai Teheran berupaya memengaruhi hasil politik di dalam negeri AS. Menurut dia, Iran ingin menciptakan tekanan ekonomi melalui kenaikan harga energi agar berdampak terhadap dukungan publik kepada pemerintahannya.

“Saya pikir ini akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari pemilu sela,” ujar Trump kepada wartawan saat perjalanan menuju Konvensi Partai Republik di Dallas, Rabu (waktu setempat).

Trump mengatakan harga BBM belum akan mengalami penurunan signifikan sebelum konflik berakhir. Namun, ia meyakini harga minyak akan turun setelah Iran menghentikan perlawanan dan perang memasuki tahap akhir.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Iran berada dalam kondisi sulit dan akan mencari jalan untuk mengakhiri konflik segera setelah pemilu.

Pernyataan tersebut muncul ketika harga minyak global kembali menembus angka 100 dolar AS per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik yang berlangsung di Iran turut mengganggu stabilitas jalur distribusi minyak, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.

Kenaikan harga minyak global turut berdampak terhadap biaya energi di Amerika Serikat. Data dari American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata bensin nasional meningkat hingga 7,3 sen per galon pada Rabu, menjadi sekitar 4,22 dolar AS per galon. Kenaikan tersebut tercatat sebagai lonjakan harian terbesar sejak Mei.

Harga solar juga mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 5,94 dolar AS per galon, menjadi rekor tertinggi baru di AS. Kondisi ini menambah tekanan ekonomi menjelang pemilu sela, ketika isu biaya hidup menjadi salah satu perhatian masyarakat.

Sebelumnya, pemerintahan Trump beberapa kali menyampaikan bahwa harga energi akan turun setelah konflik berakhir.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, bahkan sempat memperkirakan harga BBM dapat kembali mendekati tiga dolar AS per galon pada periode tertentu. Namun, perkiraan tersebut berubah setelah konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

Pemerintah AS sebelumnya memperkirakan perang hanya berlangsung sekitar empat hingga enam pekan. Namun, kemampuan Iran menghambat lalu lintas kapal di Selat Hormuz membuat krisis energi berlangsung lebih panjang.

Hingga kini, pemerintah AS masih mencari cara untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Selat Hormuz diketahui menjadi jalur yang sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari.

Di tengah situasi tersebut, pemerintahan Trump juga melakukan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui kebijakan sanksi. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengembalikan kelancaran distribusi energi karena perusahaan pelayaran masih menghadapi risiko keamanan di kawasan konflik.

Trump menegaskan tingginya harga BBM tidak akan mengubah dukungan masyarakat terhadap operasi militer AS. Ia menyebut alasan utama kebijakan tersebut adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
"Pripun Kabare?" Begini Isi Pidato Bahasa Jawa Anggota Parlemen Malaysia Soal Asap Karhutla
Internasional

"Pripun Kabare?" Begini Isi Pidato Bahasa Jawa Anggota Parlemen Malaysia Soal Asap Karhutla

"Pripun kabare?" momen ketika Kalam Salan mendadak berganti bahasa Jawa dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia, desak soal penanganan asap karhutla Indonesia.

Nurul Hidayah· 19 jam lalu
Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Atasi Karhutla dengan Serius
Internasional

Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Atasi Karhutla dengan Serius

Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Salan meminta penanganan serius masalah asap karhutla Indonesia yang sudah lintas batas ke Malaysia.

Nurul Hidayah· 19 jam lalu
Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions
Internasional

Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions

Como menjamu Manchester United di Liga Champions 2026/2027. Bermodal kemenangan atas Fiorentina, tim Cesc Fàbregas berpeluang menciptakan kejutan.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti
Internasional

PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti

PSG mengalahkan Barcelona 4-2 di Liga Champions 2026/2027. Gol Vitinha dan Fabián Ruiz memastikan kemenangan sekaligus menghentikan rekor sempurna Blaugrana.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap
Internasional

Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap

Aksi demonstrasi pada 17-18 Oktober 2026 berubah menjadi peristiwa kelam bagi Prancis. Ratusan aparat terluka, gedung-gedung pemerintahan diserbu.

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?
Internasional

Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?

New York berencana menghentikan operasional kereta kuda Central Park setelah lebih dari 150 tahun. Rancangan Romanch’s Law dijadwalkan dipungut suara minggu ini

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu