AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan konflik Iran akan berakhir setelah pemilihan umum sela (midterm elections) AS digelar pada November 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat harga minyak dunia kembali meningkat dan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat.
Trump menyebut Iran masih akan melanjutkan konflik hingga pemilu berlangsung karena menilai Teheran berupaya memengaruhi hasil politik di dalam negeri AS. Menurut dia, Iran ingin menciptakan tekanan ekonomi melalui kenaikan harga energi agar berdampak terhadap dukungan publik kepada pemerintahannya.
“Saya pikir ini akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari pemilu sela,” ujar Trump kepada wartawan saat perjalanan menuju Konvensi Partai Republik di Dallas, Rabu (waktu setempat).
Trump mengatakan harga BBM belum akan mengalami penurunan signifikan sebelum konflik berakhir. Namun, ia meyakini harga minyak akan turun setelah Iran menghentikan perlawanan dan perang memasuki tahap akhir.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Iran berada dalam kondisi sulit dan akan mencari jalan untuk mengakhiri konflik segera setelah pemilu.
Pernyataan tersebut muncul ketika harga minyak global kembali menembus angka 100 dolar AS per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik yang berlangsung di Iran turut mengganggu stabilitas jalur distribusi minyak, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.
Kenaikan harga minyak global turut berdampak terhadap biaya energi di Amerika Serikat. Data dari American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata bensin nasional meningkat hingga 7,3 sen per galon pada Rabu, menjadi sekitar 4,22 dolar AS per galon. Kenaikan tersebut tercatat sebagai lonjakan harian terbesar sejak Mei.










