Runtut.com

Presiden Iran Tunjuk Mantan Panglima IRGC Mohsen Rezaei Pimpin Dewan Keamanan Nasional

Mohsen Rezaei memiliki rekam jejak panjang di bidang militer sebelum dipercaya memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

2 menit baca
6
Presiden Iran Tunjuk Mantan Panglima IRGC Mohsen Rezaei Pimpin Dewan Keamanan Nasional
Mohsen Rezaei, mantan Komandan IRGC, ditunjuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. — @NurPhoto

TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menunjuk mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohsen Rezaei sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Minggu (9/8/2026). Pergantian kepemimpinan lembaga strategis tersebut dilakukan setelah Mohammad Bagher Zolghadr meninggalkan posisi itu untuk menjalankan tugas baru sebagai penasihat politik bagi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran merupakan salah satu institusi paling berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan keamanan negara dan hubungan luar negeri Teheran. Lembaga ini beranggotakan presiden, pejabat tinggi militer, serta unsur pemerintahan lainnya yang memiliki peran dalam merumuskan keputusan strategis terkait pertahanan, stabilitas nasional, dan kepentingan politik Iran.

Penunjukan Rezaei disampaikan oleh juru bicara kantor kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, melalui pernyataan di media sosial X. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pengunduran diri Zolghadr dari jabatan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

“Setelah pengunduran diri Mohammad Bagher Zolghadr dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan penunjukannya untuk tugas baru, Presiden Masoud Pezeshkian menunjuk Mohsen Rezaei sebagai kepala badan ini,” kata Tabatabaei.

Rezaei, yang kini berusia 71 tahun, dikenal sebagai figur dengan pengalaman panjang dalam bidang militer dan politik Iran. Ia memimpin IRGC selama 16 tahun, yakni sejak 1981 hingga 1997, termasuk ketika Iran menghadapi perang dengan Irak pada periode 1980–1998.

Mojtaba Khamenei menetapkan pengangkatan Dr. Mohsen Rezaei sebagai Perwakilan Pemimpin Revolusi di Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran.
Mojtaba Khamenei menetapkan pengangkatan Dr. Mohsen Rezaei sebagai Perwakilan Pemimpin Revolusi di Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran. — X/@Rahbarenghelab_

Selama kariernya, Rezaei juga menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan Iran. Sebelum dipercaya memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, ia pernah menjadi penasihat militer bagi Mojtaba Khamenei. Pengalaman tersebut membuat Rezaei memiliki kedekatan dengan struktur keamanan dan politik utama Iran.

Dalam beberapa waktu terakhir, Rezaei kembali menjadi perhatian setelah menyampaikan pandangannya terkait posisi strategis Iran dalam menghadapi tekanan internasional. Pada Juli lalu, ia menyebut penguasaan terhadap Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang lebih besar dibandingkan kepemilikan puluhan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat.

Sementara itu, pejabat sebelumnya, Mohammad Bagher Zolghadr, juga memiliki latar belakang militer sebagai mantan komandan IRGC. Ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sejak Maret 2026 sebelum kemudian dipindahkan untuk menjalankan peran baru sebagai penasihat politik Mojtaba Khamenei.

Pergantian kepemimpinan di lembaga keamanan tersebut menunjukkan upaya Iran memperkuat koordinasi antara unsur pemerintahan, militer, dan kepemimpinan tertinggi negara.

Posisi kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi memiliki peran penting dalam menentukan respons Iran terhadap perkembangan geopolitik, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan sejumlah negara Barat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 36 menit lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 21 jam lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 23 jam lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 1 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 1 hari lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu