TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menunjuk mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohsen Rezaei sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Minggu (9/8/2026). Pergantian kepemimpinan lembaga strategis tersebut dilakukan setelah Mohammad Bagher Zolghadr meninggalkan posisi itu untuk menjalankan tugas baru sebagai penasihat politik bagi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran merupakan salah satu institusi paling berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan keamanan negara dan hubungan luar negeri Teheran. Lembaga ini beranggotakan presiden, pejabat tinggi militer, serta unsur pemerintahan lainnya yang memiliki peran dalam merumuskan keputusan strategis terkait pertahanan, stabilitas nasional, dan kepentingan politik Iran.
Penunjukan Rezaei disampaikan oleh juru bicara kantor kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, melalui pernyataan di media sosial X. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pengunduran diri Zolghadr dari jabatan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
“Setelah pengunduran diri Mohammad Bagher Zolghadr dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan penunjukannya untuk tugas baru, Presiden Masoud Pezeshkian menunjuk Mohsen Rezaei sebagai kepala badan ini,” kata Tabatabaei.
Rezaei, yang kini berusia 71 tahun, dikenal sebagai figur dengan pengalaman panjang dalam bidang militer dan politik Iran. Ia memimpin IRGC selama 16 tahun, yakni sejak 1981 hingga 1997, termasuk ketika Iran menghadapi perang dengan Irak pada periode 1980–1998.

Selama kariernya, Rezaei juga menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan Iran. Sebelum dipercaya memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, ia pernah menjadi penasihat militer bagi Mojtaba Khamenei. Pengalaman tersebut membuat Rezaei memiliki kedekatan dengan struktur keamanan dan politik utama Iran.
Dalam beberapa waktu terakhir, Rezaei kembali menjadi perhatian setelah menyampaikan pandangannya terkait posisi strategis Iran dalam menghadapi tekanan internasional. Pada Juli lalu, ia menyebut penguasaan terhadap Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang lebih besar dibandingkan kepemilikan puluhan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat.
Sementara itu, pejabat sebelumnya, Mohammad Bagher Zolghadr, juga memiliki latar belakang militer sebagai mantan komandan IRGC. Ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sejak Maret 2026 sebelum kemudian dipindahkan untuk menjalankan peran baru sebagai penasihat politik Mojtaba Khamenei.
Pergantian kepemimpinan di lembaga keamanan tersebut menunjukkan upaya Iran memperkuat koordinasi antara unsur pemerintahan, militer, dan kepemimpinan tertinggi negara.
Posisi kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi memiliki peran penting dalam menentukan respons Iran terhadap perkembangan geopolitik, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan sejumlah negara Barat.










