Runtut.com

Kedubes Iran: Nuklir Kami untuk Energi, Kesehatan, dan Penelitian, Bukan Senjata

Program nuklir Iran disebut hanya untuk kepentingan sipil. Kedubes Iran untuk Indonesia menegaskan komitmen pada transparansi dan aturan internasional.

2 menit baca
16
Kedubes Iran: Nuklir Kami untuk Energi, Kesehatan, dan Penelitian, Bukan Senjata
Kedubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi — Instagram/@mohd6327

JAKARTA — Duta Besar Republik Islam Iran di Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa program nuklir yang dikembangkan Teheran tidak diarahkan untuk membangun atau memiliki senjata nuklir. Iran menyebut seluruh aktivitas nuklirnya berjalan dalam kerangka hukum internasional dan ditujukan untuk pemanfaatan damai.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resminya di platform X pada Minggu (2/8). Dalam keterangannya, pihak kedutaan menulis, “Republik Islam Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya.”

Melalui sebuah infografis yang dibagikan kepada publik, Iran menjelaskan tiga aspek utama dalam pelaksanaan program nuklirnya, yakni kerangka hukum, transparansi dan verifikasi, serta prinsip dan komitmen negara.

Pada aspek kerangka hukum, ia menyebutkan bahwa program nuklir Iran telah berlandaskan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Perjanjian tersebut menjadi dasar bagi negara-negara anggota untuk mengembangkan teknologi nuklir dengan tujuan damai, seperti kebutuhan energi, kesehatan, dan penelitian, sekaligus mencegah penyebaran senjata nuklir.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan energi nuklir merupakan hak setiap negara selama dilakukan sesuai aturan internasional. Menurut Teheran, pengembangan teknologi nuklirnya berada dalam koridor hukum internasional dan tidak berkaitan dengan upaya memperluas kemampuan militer berbasis nuklir.

Dari sisi pengawasan, ia menyebut aktivitas nuklirnya berada di bawah pemantauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Lembaga tersebut memiliki mandat untuk memastikan penggunaan teknologi nuklir di berbagai negara tetap sesuai dengan tujuan damai.

Mohammad Boroujerdi menyatakan mekanisme pengawasan yang diterapkan termasuk salah satu rezim inspeksi nuklir paling ketat di dunia. Melalui proses verifikasi tersebut, Teheran menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam menjalankan program nuklir.

Selain aspek regulasi dan pengawasan, Iran juga menjelaskan prinsip yang menjadi dasar kebijakan nuklirnya. Pemerintah Iran menyebut fatwa Pemimpin Syahid Republik Islam Iran mengharamkan penggunaan senjata nuklir.

Pakar Hubungan Politik dari Universitas Kementerian Luar Negeri Iran pada 1994 itu juga menyatakan senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan negaranya. Teknologi nuklir, menurut Iran, diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat melalui sektor energi, layanan kesehatan, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Penegasan tersebut disampaikan di tengah perhatian internasional terhadap aktivitas nuklir Iran yang selama bertahun-tahun menjadi isu geopolitik global. Sejumlah negara sebelumnya menyoroti perkembangan teknologi nuklir Iran karena kekhawatiran mengenai kemungkinan pemanfaatan untuk kepentingan militer.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Spanyol di Demo Ribuan Warganya, Tuntut Penanganan Krisis Hunian
Internasional

Spanyol di Demo Ribuan Warganya, Tuntut Penanganan Krisis Hunian

Ribuan Warga Spanyol Turun Jalan Tuntut Penanganan Krisis Hunian pada Sabtu (3/10/2026)

Andini Putri Lestari· 20 jam lalu
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata
Internasional

Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata

AI keliru menganalisis data intelijen hingga hampir memicu operasi militer AS terhadap kapal China. Kasus ini membuka risiko AI di medan perang.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu