Salah satu armada kapal ekspres terbesar milik ASDP, KMP Batumandi, mengalami kebakaran menjelang bersandar di Dermaga VI Merak. — Foto: CNBC Indonesia
CILEGON, BANTEN - KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry terbakar di perairan Selat Sunda dekat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026) sore hari. Seluruh 420 penumpang dan 40 kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.
Detik-Detik Terbakar hingga Proses Evakuasi Penumpang
Detik-Detik KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi. — foto: CNN Indonesia
Peristiwa mencekam terjadi ketika sebuah kapal penumpang mengalami kebakaran di perairan Pelabuhan Merak pada sore hari, sekitar pukul 16.15 hingga 16.34 WIB.
Insiden tersebut berlangsung tepat saat kapal berlayar dari Pelabuhan Bakauheni dan bersiap untuk bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Berdasarkan dugaan sementara, titik api pertama kali muncul dari area buritan kapal atau dek bagian atas yang menjadi tempat parkir kendaraan kecil. Kepulan asap dan kobaran api membuat situasi di atas kapal sempat menegangkan.
Berkat respons cepat tim SAR gabungan, dukungan armada KMP Royce 1, serta bantuan sigap dari para nelayan setempat, proses evakuasi berjalan dramatis namun berhasil menyelamatkan seluruh jiwa di atas kapal.
Sebanyak 460 orang yang terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru kapal berhasil dievakuasi ke tempat aman. Sementara itu, belasan penumpang yang mengalami luka-luka langsung mendapatkan penanganan medis darurat di Puskesmas Pulomerak dan Rumah Sakit Krakatau Medika.
Profil dan Spesifikasi KMP Batumandi
KMP Batumandi sendiri merupakan salah satu unit kapal yang dioperasikan oleh ASDP Indonesia, dengan rute yang dilayani yakni Pelabuhan Merak - Pelabuhan Bakauheni maupun sebaliknya.
Kapal Batumandi Milik ASDP Terbakar saat Mau Sandar di Pelabuhan Merak, KMP Batumandi menjadi salah satu kapal terbesar yang dimiliki oleh ASDP Indonesia, dengan bobot sekitar 5.556 gross register tonnage (GRT).
Panjang kapal mencapai 109,4 meter dan lebar mencapai 19,6 meter. Kecepatan maksimum mencapai 15 knot dan dapat menempuh sekitar satu jam sebagai layanan kapal ekspres.
Kapasitas penumpang kapal berjenis Ro-Ro ini mencapai 626 orang dan kapasitas kendaraan yang dapat ditampung kapal ini mencapai sekitar 130 kendaraan.
Kapal ini juga menjadi salah satu kapal yang dibuat oleh galangan kapal nasional di Indonesia, bersama KMP Legundi dan KMP Sebuku.
Fokus Penanganan dan Investigasi Lanjutan
Pasca-kejadian, Pemerintah Provinsi Banten bersama PT ASDP Indonesia Ferry, Basarnas, dan kepolisian bergerak cepat melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerugian material.
Pihak berwenang juga fokus memfasilitasi kebutuhan pendampingan serta proses kepulangan para penumpang yang terdampak.
Hingga saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim penyidik terkait masih melakukan investigasi mendalam untuk menguji serta memastikan penyebab pasti dari munculnya percikan api pertama tersebut.