Runtut.com

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Daerah Diminta Siaga

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia yang dapat memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang.

3 menit baca
4
peringtan cuaca ekstrem dari BMKG
peringtan cuaca ekstrem dari BMKG — Foto: Batamnews

RUNTUT.COM – Badan Meteorelogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkala mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat/petir, serta angin kencang yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang. 

Dinamika atmosfer yang signifikan menjadi pemicu utama meningkatnya potensi cuaca buruk, termasuk hujan lebat disertai kilat, petir serta angin kencang di berbagai daerah. 

Berdasarkan analisis citra satelit dan pemantauan dinamika cuaca terkini, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ini dipicu oleh aktifnya beberapa gelombang atmosfer. 

Termasuk fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) serta adanya daerah konvergensi dan pertemuan angin yang memanjang di beberapa wilayah perairan nusantara.

Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan hujan jenis cumulonimbus yang masif dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. 

Informasi BMKG mengenai curah hujan yang tinggi
Informasi BMKG mengenai curah hujan yang tinggi — foto: Kompas.com

Sebaran Wilayah Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem 

Potensi cuaca ekstrem ini tidak merata di seluruh wilayah, melainkan terkonsentrasi di beberapa pulau besar.

Sejumlah provinsi di Pulau Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, berada dalam status siaga menghadapi potensi curah hujan tinggi pada jam-jam sore hingga menjelang malam hari.

Kondisi serupa juga terpantau di sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta beberapa wilayah di kawasan timur Indonesia seperti Maluku dan Papua.

Di sisi lain, sebagian wilayah di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara justru menghadapi tantangan cuaca yang kontras, berupa suhu terik siang hari yang cukup tinggi disertai potensi angin kencang lokal.

Wilayah Berpotensi Angin Kencang 

Di samping curah hujan tinggi, BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi embusan angin kencang yang melanda sejumlah daerah.

Fenomena pergerakan angin tinggi ini berpotensi terjadi di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia. 

BMKG merinci bahwa provinsi yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Selanjutnya, wilayah Nusa Tenggara Timur serta Sulawesi Selatan juga tercatat masuk dalam area kewaspadaan fenomena angin kencang. 

Di kawasan timur, BMKG memprakirakan wilayah Papua pegunungan turut dipengaruhi oleh fenomena hembusan angin yang cukup signifikan. 

Potensi Dampak Bencana Hidrometeorologi 

BMKG memaparkan tingkat risiko bencana hidrometeorologi berdasarkan status peringatan dini yang diterbitkan.

BMKG menjelaskan wilayah yang berada pada status Waspada menghadapi potensi dampak bencana berupa banjir, munculnya genangan, luapan air sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu rutinitas aktivitas harian warga.

Sementara itu, BMKG menegaskan bahwa jika suatu wilayah berada pada status Siaga, potensi dampaknya dapat berupa banjir, banjir bandang, serta tanah longsor yang berdampak signifikan pada mobilitas masyarakat, layanan publik, dan kondisi infrastruktur.

Pada tingkat tertinggi atau status Awas, potensi dampak bencana hidrometeorologi diperkirakan meluas hingga berakibat pada terhentinya fasilitas layanan publik, kerusakan infrastruktur, serta risiko keselamatan jiwa.



Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Hujan Tak Cukup Padamkan Karhutla Kalimantan, Petugas Gunakan Pipa Khusus Tusuk Tanah Gambut
Umum

Hujan Tak Cukup Padamkan Karhutla Kalimantan, Petugas Gunakan Pipa Khusus Tusuk Tanah Gambut

Pemadaman Karhutla di Kalimantan terhambat karena api menyala di dalam tanah gambut. Petugas harus menusuk lahan dengan pipa air agar bara tak kembali menyala.

Maya Sintasari· 6 hari lalu
Sulitnya Padamkan Karhutla Palangka Raya: Meski Permukaan Tanah Basah, Bara Api Masih Menyala di Dalam!
Umum

Sulitnya Padamkan Karhutla Palangka Raya: Meski Permukaan Tanah Basah, Bara Api Masih Menyala di Dalam!

Upaya pemadaman Karhutla di Palangka Raya terkendala bara api yang masih menyala dan panas di bawah permukaan tanah, meski lahan sudah tampak basah.

Maya Sintasari· 6 hari lalu
Sungai Cikalintu Meluap, Arus Deras Rendam Permukiman Warga di Cipaganti Bandung
Umum

Sungai Cikalintu Meluap, Arus Deras Rendam Permukiman Warga di Cipaganti Bandung

Hujan deras memicu Sungai Cikalintu meluap hebat dan merendam rumah-rumah warga di Cipaganti, Kota Bandung pada Jumat (30/10/2026) malam.

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
Pembangunan Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Genangan di Lima Kawasan Jadi Sasaran
Umum

Pembangunan Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Genangan di Lima Kawasan Jadi Sasaran

Pembangunan rumah pompa Surabaya mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung pertengahan November untuk mengurangi genangan di lima kawasan rawan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Anak-Anak Diajak Mengenal Flora Nusantara dalam Magelang Flower Festival 2026
Umum

Anak-Anak Diajak Mengenal Flora Nusantara dalam Magelang Flower Festival 2026

Magelang Flower Festival 2026 hadirkan edukasi bagi pelajar Kota Magelang untuk mengenal dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanaman nusantara.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Kelangkaan BBM Meluas, Distribusi dan Panic Buying Disorot
Umum

Kelangkaan BBM Meluas, Distribusi dan Panic Buying Disorot

Kelangkaan BBM di Bali memicu antrean panjang di SPBU. Gangguan distribusi, lonjakan konsumsi, dan panic buying disebut menjadi pemicu.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 minggu lalu