RUNTUT.COM – Badan Meteorelogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkala mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat/petir, serta angin kencang yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.
Dinamika atmosfer yang signifikan menjadi pemicu utama meningkatnya potensi cuaca buruk, termasuk hujan lebat disertai kilat, petir serta angin kencang di berbagai daerah.
Berdasarkan analisis citra satelit dan pemantauan dinamika cuaca terkini, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ini dipicu oleh aktifnya beberapa gelombang atmosfer.
Termasuk fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) serta adanya daerah konvergensi dan pertemuan angin yang memanjang di beberapa wilayah perairan nusantara.
Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan hujan jenis cumulonimbus yang masif dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

BMKG: Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu Akibat Aktivitas Intraslab 12 September 2026 pukul 20.56Sebaran Wilayah Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem
Potensi cuaca ekstrem ini tidak merata di seluruh wilayah, melainkan terkonsentrasi di beberapa pulau besar.
Sejumlah provinsi di Pulau Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, berada dalam status siaga menghadapi potensi curah hujan tinggi pada jam-jam sore hingga menjelang malam hari.
Kondisi serupa juga terpantau di sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta beberapa wilayah di kawasan timur Indonesia seperti Maluku dan Papua.
Di sisi lain, sebagian wilayah di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara justru menghadapi tantangan cuaca yang kontras, berupa suhu terik siang hari yang cukup tinggi disertai potensi angin kencang lokal.









