SUMATERA UTARA — Aktivitas gempa kuat kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (15/8) dan getarannya dirasakan hingga negara tetangga, Malaysia. Dua gempa yang berpusat di Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah tersebut tidak memicu potensi tsunami, namun menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik Indonesia masih berlangsung di berbagai kawasan.

Gempa pertama terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu sekitar pukul 17.55 WIB dengan kekuatan magnitudo 6,4. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kedalaman 163 kilometer. Getaran dirasakan hingga Kota Medan selama beberapa detik dengan sensasi seperti ayunan dan membuat sejumlah benda, seperti lampu gantung, bergoyang.

Badan Meteorologi Malaysia menyampaikan, getaran gempa Simalungun turut terasa hingga wilayah Pantai Barat Semenanjung Malaysia. Meski dirasakan lintas wilayah, otoritas setempat memastikan gempa tersebut tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami di Malaysia.

Gempa kedua terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu malam sekitar pukul 23.25 WIB. Getaran gempa tersebut juga terdeteksi hingga wilayah Sabah, Malaysia, terutama Tawau, Lahad Datu, dan Semporna.

Fenomena gempa yang terasa hingga wilayah negara lain terjadi karena energi gempa bumi dapat merambat melalui lapisan batuan dalam jarak yang cukup jauh, terutama ketika gempa memiliki kekuatan besar atau kedalaman tertentu.

Namun, tingkat dampak yang dirasakan masyarakat tetap bergantung pada lokasi sumber gempa, kondisi tanah, dan jarak wilayah terhadap pusat gempa.

Rangkaian gempa tersebut terjadi dalam waktu yang berdekatan dengan gempa besar lain di Indonesia. Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi. Gempa tersebut memicu tsunami di sejumlah pesisir dan menyebabkan puluhan korban meninggal dunia berdasarkan data sementara pemerintah.

Kepala BMKG dan lembaga terkait terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan serta perubahan kondisi lingkungan pascagempa. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, menghindari informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan dari otoritas resmi.

Gempa Simalungun menjadi salah satu peristiwa seismik kuat yang tercatat di wilayah Sumatra Utara dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun tidak menimbulkan laporan kerusakan besar, getaran yang dirasakan hingga Medan menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi.