Runtut.com

Sesar Naik Flores Picu Gempa M7,7 NTT, Aktivitas Susulan Diprediksi Berlanjut

Gempa NTT M7,7 dipicu Sesar Naik Flores. Simak penyebab, potensi gempa susulan, sejarah sesar aktif, dan dampak tsunami yang terjadi.

3 menit baca
4
Sesar Naik Flores Picu Gempa M7,7 NTT, Aktivitas Susulan Diprediksi Berlanjut
Gempa M7,7 mengguncang NTT akibat aktivitas Sesar Naik Flores. BMKG mencatat ratusan gempa susulan dan mengimbau warga tetap waspada. — Getty Images/@Anadolu

NUSA TENGGARA TIMUR — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingatkan kembali risiko aktivitas Sesar Naik Flores atau Flores Back Arc Thrust. Sesar aktif tersebut memiliki sejarah menghasilkan gempa besar dengan dampak merusak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berlangsung dalam dua hingga tiga pekan sebelum kembali mereda secara alami.

Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8) pagi dengan pusat gempa berada di laut utara Pulau Flores pada kedalaman 15 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores yang memiliki karakteristik gempa dangkal dengan potensi menimbulkan dampak signifikan terhadap wilayah sekitar.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan, hingga Sabtu (15/8) pukul 14.00 WIB telah tercatat sebanyak 235 gempa susulan setelah gempa utama terjadi. Gempa susulan tersebut tersebar di wilayah utara Pulau Flores dengan kekuatan bervariasi, mulai dari magnitudo 2,5 hingga 6,2.

“BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara dua hingga tiga minggu, sebagaimana pola rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya,” ujar Teuku Faisal.

Pemantauan BMKG menunjukkan tren aktivitas gempa susulan masih belum mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pelepasan energi setelah terjadi gempa utama. Stabilitas aktivitas sesar membutuhkan waktu hingga sistem tektonik kembali mencapai keseimbangan.

Sesar Naik Flores menjadi salah satu sumber gempa aktif di kawasan Nusa Tenggara. Rekam jejak sesar tersebut tercatat melalui gempa besar pada 1992 dengan magnitudo 7,8 yang menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah sekitar Flores.

Gempa terbaru memiliki pusat lebih dangkal dibandingkan kejadian 1992 sehingga meningkatkan potensi dampak terhadap bangunan dan infrastruktur.

Selain guncangan kuat, gempa tersebut turut memicu tsunami yang terpantau melalui jaringan pengamatan muka air laut atau tide gauge. Gelombang tsunami tercatat mencapai beberapa wilayah pesisir NTT hingga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Pemantauan BMKG mencatat gelombang tertinggi terjadi di Reo, Manggarai, dan Manggarai Timur dengan ketinggian mencapai 1,61 meter. Di Maurole, Ende, gelombang tercatat setinggi 0,94 meter. Sementara itu, wilayah Bulukumba dan Sape, Bima, mencatat ketinggian gelombang lebih dari 0,5 meter.

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi muka laut kembali aman. Masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan serta memastikan bangunan berada dalam kondisi aman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia, khususnya kawasan yang berada di sekitar jalur sesar aktif, membutuhkan kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.

Pemahaman mengenai karakteristik sesar, mitigasi bangunan, serta informasi resmi dari lembaga kebencanaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak gempa bumi.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi
Nasional

Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (29/10/2026) menyita perhatian publik setelah beredarnya rekaman konvoi massa

Maya Sintasari· 1 hari lalu
PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian
Nasional

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu