KOLOMBIA — Gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam satu abad terakhir di negara tersebut. Pemerintah Kolombia menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk menghormati korban meninggal, sekaligus mempercepat penanganan darurat setelah ratusan warga tewas, ribuan bangunan rusak, dan ratusan orang masih dinyatakan hilang.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan masa berkabung nasional pada Rabu (12/8/2026). Dalam keputusan tersebut, pemerintah menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh gedung pemerintahan serta kantor-kantor kedutaan Kolombia di luar negeri.

Bencana ini menjadi ujian besar bagi De la Espriella yang baru tiga hari menjabat sebagai presiden ketika gempa terjadi. Pemerintah kemudian menetapkan status darurat nasional dan darurat ekonomi sebagai langkah untuk mempercepat mobilisasi sumber daya, distribusi bantuan, serta pemulihan wilayah terdampak.

“Saya telah memutuskan untuk mengaktifkan status darurat ekonomi, sebuah mekanisme yang diamanatkan oleh konstitusi kita, agar dapat menangani krisis ini secara memadai,” ujar De la Espriella.

Gempa terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, Choco, pada kedalaman 107 kilometer. Getaran kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Cali, Pereira, dan Manizales.

Data pemerintah mencatat sedikitnya 265 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sebanyak 3.494 warga mengalami luka-luka, sedangkan 496 orang masih dalam pencarian.

Presiden baru Kolombia Abelardo de la Espriella menghadapi ujian keamanan setelah serangan bom menewaskan seorang polisi.
Presiden baru Kolombia Abelardo de la Espriella menghadapi ujian keamanan setelah serangan bom menewaskan seorang polisi. — Instagram/@delaespriella_style

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di El Cairo dengan sekitar 80 persen infrastruktur kota terdampak. Secara keseluruhan, lebih dari 11 ribu rumah mengalami kerusakan dan ribuan keluarga harus mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Tim penyelamat kini memasuki tahap akhir operasi pencarian korban. Petugas menggunakan alat berat, sensor pendeteksi getaran, serta anjing pelacak untuk menemukan warga yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.

Wali Kota Cali Alejandro Eder mengatakan fase pencarian memasuki kondisi yang semakin sulit karena waktu penyelamatan korban tertimbun terus berkurang. Meski demikian, peluang menemukan penyintas masih terbuka.

Salah satu keberhasilan penyelamatan terjadi ketika petugas mengevakuasi Daniela Largo, 32 tahun, setelah 35 jam tertimbun reruntuhan hotel di Pereira. Tim penyelamat juga menemukan Pablo Loaiza, seorang pedagang yang berhasil bertahan setelah memberi tanda dari balik puing-puing toko roti.

Untuk mendukung pemulihan, pemerintah Kolombia membentuk dana khusus penanganan bencana. Bantuan logistik serta subsidi sewa tempat tinggal disiapkan bagi keluarga yang kehilangan rumah.

Sejumlah negara turut membantu proses penanganan gempa. Amerika Serikat memberikan bantuan darurat senilai 15,5 juta dolar AS dan mengirim tim penyelamat dari Fairfax County serta Los Angeles County. Uni Eropa menjanjikan bantuan kemanusiaan sebesar 2,3 juta dolar AS.

Meksiko mengirim tenaga medis dan relawan sipil Topos Azteca, sedangkan El Salvador memberangkatkan bantuan sekitar 100 ton melalui dua pesawat. Dukungan internasional tersebut diarahkan untuk memperkuat pencarian korban, layanan kesehatan, dan pemulihan masyarakat terdampak.