Runtut.com

Update Gempa Magnitudo 7,4 di Kolombia Tewaskan 254 Orang, Ribuan Warga Masih Dicari

Update gempa Kolombia magnitudo 7,4: korban tewas mencapai 254 orang, ribuan warga hilang, dan pencarian masih berlangsung.

3 menit baca
4
Update Gempa Magnitudo 7,4 di Kolombia Tewaskan 254 Orang, Ribuan Warga Masih Dicari
Tim penyelamat Kolombia melakukan pencarian korban di antara reruntuhan bangunan pascagempa magnitudo 7,4 yang menewaskan 254 orang. — Getty Images/@Joaquin Sarmiento

KOLOMBIA - Update penanganan gempa bumi magnitudo 7,4 di Kolombia pada Selasa (11/8/2026) mencatat sedikitnya 254 orang meninggal dunia. Jumlah korban meningkat setelah tim penyelamat memperluas pencarian di sejumlah wilayah terdampak. Ribuan warga masih dinyatakan hilang dan diduga berada di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat guncangan kuat.

Gempa yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) tersebut menyebabkan kerusakan besar pada berbagai infrastruktur, mulai dari rumah warga, apartemen, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.

Pemerintah bersama tim SAR, militer, dan relawan masih melakukan pencarian menggunakan alat berat serta metode manual untuk menemukan korban yang kemungkinan masih bertahan hidup.

Berdasarkan laporan terbaru pada Selasa pagi, wilayah Pereira mencatat sedikitnya 101 korban meninggal dunia, sementara 95 korban lainnya ditemukan di Cali. Proses evakuasi masih berlangsung karena sejumlah bangunan mengalami keruntuhan total dan menyulitkan petugas menjangkau titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terjebak.

Dalam proses penyelamatan, petugas meminta masyarakat di sekitar lokasi bencana untuk mengurangi aktivitas dan suara agar tanda-tanda keberadaan korban dapat terdengar.

Di kompleks apartemen Torres del Limonar, Cali, warga sempat memberikan sorakan ketika tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang perempuan yang ditemukan dalam kondisi hidup dari balik reruntuhan.

Kuatnya dampak gempa juga terlihat dari kesaksian warga yang berhasil menyelamatkan diri. Rosa Gonzalez, warga Pereira, mengatakan dirinya bersama suami dan bayi berusia 10 bulan berhasil keluar dari bangunan sesaat sebelum bangunan tersebut runtuh.

“Struktur bangunan mulai berderit, dan tepat saat kami berlari keluar, bangunan itu runtuh,” ujar Gonzalez kepada Reuters, dikutip Rabu (12/8/2026).

Kesulitan terbesar terjadi di wilayah terpencil, terutama komunitas adat di Choco yang berada dekat dengan pusat gempa. Sejumlah wilayah masih mengalami gangguan listrik, pasokan air, jaringan gas, serta komunikasi. Kondisi tersebut membuat proses pendataan korban dan pengiriman bantuan berjalan lebih lambat.

Tokoh masyarakat Sipi, Andres Caicedo, menyebut sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan akses komunikasi karena jaringan terputus. Beberapa warga bahkan harus mencari tempat lebih tinggi, termasuk memanjat pohon, untuk memperoleh sinyal telepon.

Pemerintah Kolombia mulai melakukan pendataan kerusakan sekaligus menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella telah mengunjungi sejumlah daerah terdampak dan menyampaikan komitmen pemberian bantuan ekonomi bagi korban.

Dampak gempa juga dirasakan sektor ekonomi, khususnya wilayah perkebunan kopi. Federasi Kopi Nasional Kolombia melakukan pendataan terhadap kerusakan perkebunan dan infrastruktur pedesaan yang terdampak bencana.

Hingga Selasa sore, lebih dari 100 gempa susulan tercatat terjadi setelah guncangan utama. Tiga bandara masih ditutup dan sejumlah jalan utama belum dapat dilalui akibat kerusakan. Pemerintah memperkirakan jumlah korban dan tingkat kerusakan masih dapat berubah karena beberapa wilayah belum sepenuhnya terjangkau.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah PositifBreaking
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 20 jam lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 2 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 3 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 3 hari lalu