KOLOMBIA - Update penanganan gempa bumi magnitudo 7,4 di Kolombia pada Selasa (11/8/2026) mencatat sedikitnya 254 orang meninggal dunia. Jumlah korban meningkat setelah tim penyelamat memperluas pencarian di sejumlah wilayah terdampak. Ribuan warga masih dinyatakan hilang dan diduga berada di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat guncangan kuat.
Gempa yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) tersebut menyebabkan kerusakan besar pada berbagai infrastruktur, mulai dari rumah warga, apartemen, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.
Pemerintah bersama tim SAR, militer, dan relawan masih melakukan pencarian menggunakan alat berat serta metode manual untuk menemukan korban yang kemungkinan masih bertahan hidup.
Berdasarkan laporan terbaru pada Selasa pagi, wilayah Pereira mencatat sedikitnya 101 korban meninggal dunia, sementara 95 korban lainnya ditemukan di Cali. Proses evakuasi masih berlangsung karena sejumlah bangunan mengalami keruntuhan total dan menyulitkan petugas menjangkau titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terjebak.
Gempa Kolombia Robohkan Menara Katedral Manizales Saat Misa Berlangsung11 Agustus 2026 pukul 17.03Dalam proses penyelamatan, petugas meminta masyarakat di sekitar lokasi bencana untuk mengurangi aktivitas dan suara agar tanda-tanda keberadaan korban dapat terdengar.
Di kompleks apartemen Torres del Limonar, Cali, warga sempat memberikan sorakan ketika tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang perempuan yang ditemukan dalam kondisi hidup dari balik reruntuhan.
Kuatnya dampak gempa juga terlihat dari kesaksian warga yang berhasil menyelamatkan diri. Rosa Gonzalez, warga Pereira, mengatakan dirinya bersama suami dan bayi berusia 10 bulan berhasil keluar dari bangunan sesaat sebelum bangunan tersebut runtuh.
“Struktur bangunan mulai berderit, dan tepat saat kami berlari keluar, bangunan itu runtuh,” ujar Gonzalez kepada Reuters, dikutip Rabu (12/8/2026).
Kesulitan terbesar terjadi di wilayah terpencil, terutama komunitas adat di Choco yang berada dekat dengan pusat gempa. Sejumlah wilayah masih mengalami gangguan listrik, pasokan air, jaringan gas, serta komunikasi. Kondisi tersebut membuat proses pendataan korban dan pengiriman bantuan berjalan lebih lambat.
Tokoh masyarakat Sipi, Andres Caicedo, menyebut sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan akses komunikasi karena jaringan terputus. Beberapa warga bahkan harus mencari tempat lebih tinggi, termasuk memanjat pohon, untuk memperoleh sinyal telepon.
Pemerintah Kolombia mulai melakukan pendataan kerusakan sekaligus menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella telah mengunjungi sejumlah daerah terdampak dan menyampaikan komitmen pemberian bantuan ekonomi bagi korban.
Dampak gempa juga dirasakan sektor ekonomi, khususnya wilayah perkebunan kopi. Federasi Kopi Nasional Kolombia melakukan pendataan terhadap kerusakan perkebunan dan infrastruktur pedesaan yang terdampak bencana.
Hingga Selasa sore, lebih dari 100 gempa susulan tercatat terjadi setelah guncangan utama. Tiga bandara masih ditutup dan sejumlah jalan utama belum dapat dilalui akibat kerusakan. Pemerintah memperkirakan jumlah korban dan tingkat kerusakan masih dapat berubah karena beberapa wilayah belum sepenuhnya terjangkau.









