Runtut.com

Gempa M 7,4 Guncang Barat Kolombia, 132 Orang Tewas dan Ratusan Bangunan Rusak

Gempa M 7,4 Kolombia sebabkan 132 korban tewas, ratusan luka-luka, ribuan bangunan rusak, dan status darurat diberlakukan.

3 menit baca
4
Gempa M 7,4 Guncang Barat Kolombia, 132 Orang Tewas dan Ratusan Bangunan Rusak
Gempa kuat mengguncang Kolombia dan negara-negara tetangga di kawasan Amerika Latin pada 10 Agustus 2026. Tim medis segera dikerahkan untuk membantu para korban setelah sejumlah bangunan mengalami kerusakan hingga runtuh di beberapa kota. — Getty Images/@Giovanny Galves

KOLOMBIA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 132 orang, melukai lebih dari 570 warga, serta menyebabkan ribuan bangunan mengalami kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.

Badan Geologi Kolombia menyebut gempa tersebut menjadi salah satu guncangan terkuat yang tercatat di negara itu sepanjang abad ke-21. Setelah gempa utama terjadi, otoritas mencatat sedikitnya 21 gempa susulan dengan intensitas lebih rendah yang masih berpotensi mengganggu proses penyelamatan.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan pusat gempa berada di San Jose del Palmar, wilayah Choco, sekitar 400 kilometer sebelah barat ibu kota Bogota. Daerah tersebut merupakan kawasan pegunungan dengan populasi sekitar 4.800 penduduk dan menjadi salah satu lokasi yang sulit dijangkau karena kondisi geografisnya.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan sedikitnya 1.600 bangunan terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, sekitar 61 bangunan dilaporkan runtuh sepenuhnya. Pemerintah Kolombia kemudian menetapkan status darurat agar proses distribusi bantuan dan penanganan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi ini sendirian. Mereka ada di hati kami dan kami akan mengerahkan segala upaya untuk membantu mereka,” ujar Abelardo.

Kota Cali menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan besar. Tim pencarian dan penyelamatan bersama warga menyisir reruntuhan bangunan untuk menemukan korban yang masih terjebak. Relawan membentuk barisan panjang untuk memindahkan pecahan beton dan material bangunan secara manual.

Di Cali, sedikitnya 380 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Sementara di Pereira, sekitar 15 bangunan runtuh dan petugas masih melakukan pemeriksaan kemungkinan adanya warga yang tertimbun. Kerusakan juga terjadi di Manizales setelah salah satu menara katedral bergaya neo-Gotik runtuh akibat guncangan.

Dampak gempa turut dirasakan di beberapa wilayah lain seperti Quibdo, Pereira, dan Manizales. Guncangan bahkan terasa hingga negara tetangga, yakni Ekuador dan Panama. Sejumlah bandara di wilayah terdampak sempat menghentikan aktivitas penerbangan untuk pemeriksaan keamanan terhadap fasilitas.

Kondisi wilayah Choco menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan bencana. Kawasan tersebut berada di wilayah Cincin Api Pasifik, jalur yang dikenal memiliki aktivitas seismik tinggi.

Selain itu, sebagian besar wilayah Choco berupa hutan lebat dengan akses transportasi terbatas, sehingga memperlambat pendataan korban dan distribusi bantuan.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Kolombia dalam kondisi aman. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota telah berkomunikasi dengan WNI yang berada di wilayah terdampak.

“KBRI Bogota akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan WNI di wilayah terdampak, termasuk untuk langkah-langkah darurat apabila terjadi gempa susulan,” kata Heni.

KBRI Bogota juga mengimbau WNI di Kolombia untuk tetap mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi resmi, serta menjaga komunikasi dengan perwakilan Indonesia selama proses pemulihan berlangsung.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman
Internasional

Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman

Houthi berkembang dari gerakan politik Zaidi menjadi kekuatan militer Yaman yang kini berpengaruh di pesisir Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman
Internasional

Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman

Serangan Houthi ke dua bandara Saudi menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya. Koalisi Saudi kemudian mengklaim menghancurkan 82 target di Yaman.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu