Runtut.com

Pemerintahan Baru Kolombia Ubah Arah Diplomasi, Israel Kembali Jadi Mitra Ekonomi

Pemerintah baru Kolombia memulihkan hubungan dengan Israel lewat pembentukan komisi ekonomi bilateral di tengah isu Gaza.

2 menit baca
2
Pemerintahan Baru Kolombia Ubah Arah Diplomasi, Israel Kembali Jadi Mitra Ekonomi
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella — Instagram/@delaespriella_style

KOLOMBIA - Kolombia mulai mengubah arah kebijakan luar negerinya terhadap Israel setelah pemerintahan baru berencana memulihkan hubungan bilateral yang sempat terputus selama dua tahun akibat konflik Gaza. Pemerintah Kolombia kini membentuk Komisi Ekonomi Binasional Kolombia-Israel sebagai langkah awal memperluas kerja sama perdagangan, investasi, teknologi, dan inovasi.

Wakil Presiden Kolombia Jose Manuel Restrepo mengonfirmasi k esepakatan tersebut melalui akun X resminya. Kesepakatan itu tercapai beberapa jam sebelum Presiden terpilih Abelardo de la Espriella resmi dilantik di Kota Cali.

Melalui mekanisme baru tersebut, pemerintah Kolombia berharap hubungan ekonomi dengan Israel dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan nasional. Restrepo menyebut komisi bilateral itu akan membuka peluang baru bagi investasi serta pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.

“ Mekanisme ini akan membuka pintu-pintu baru bagi investasi, teknologi, inovasi, dan bakat-bakat terbaik dari Kolombia,” ujarnya.

Selain pembentukan komisi ekonomi, Kolombia juga merencanakan kunjungan delegasi resmi ke Israel pada Oktober mendatang. Agenda tersebut diproyeksikan membahas perluasan kerja sama dalam bidang perdagangan, teknologi digital, investasi, dan inovasi.

Perubahan kebijakan ini menjadi pergeseran besar dibandingkan sikap pemerintahan sebelumnya. Pada Mei 2024, Presiden Kolombia saat itu, Gustavo Petro, memutus hubungan diplomatik dengan Israel setelah menyatakan keberatan terhadap kebijakan militer Israel di Gaza yang dinilai sebagai tindakan genosida.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella setelah dilantik
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella setelah dilantik — Instagram/@delaespriella_style

Pemerintahan Petro juga mendukung langkah hukum yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dugaan genosida di Gaza. Sikap tersebut membuat hubungan Bogota dan Tel Aviv mengalami ketegangan selama masa kepemimpinannya.

Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, Abelardo de la Espriella sejak masa kampanye telah menyampaikan rencana untuk mengembalikan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel. Ia juga menyatakan keinginan menarik keterlibatan Kolombia dalam gugatan yang sedang berlangsung di ICJ.

Restrepo mengatakan sejumlah pejabat Kolombia telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar beserta delegasinya. Pertemuan tersebut disebut sebagai langkah awal membangun kembali hubungan kedua negara setelah periode ketegangan diplomatik.

Namun, keputusan Kolombia tersebut berlangsung di tengah situasi kemanusiaan Gaza yang masih menjadi perhatian internasional. Sejak konflik pecah pada Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 73.300 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 174.200 orang mengalami luka-luka.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata diberlakukan sejak 10 Oktober 2025, laporan mengenai jatuhnya korban akibat serangan masih terus muncul. Krisis tersebut juga menyeret sejumlah pejabat Israel ke ranah hukum internasional.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant diketahui telah menerima surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang. Kondisi ini membuat langkah diplomasi Kolombia terhadap Israel menjadi perhatian karena berlangsung di tengah perdebatan global mengenai konflik Gaza.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 16 jam lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 1 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 2 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 2 hari lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu