Runtut.com

OneGenome, Teknologi AI China yang Membaca Jejak Genetik untuk Temukan Penyebab Penyakit Langka

China mengembangkan AI OneGenome yang mampu menganalisis DNA pasien untuk mempercepat diagnosis dan pengobatan penyakit langka.

3 menit baca
3
OneGenome, Teknologi AI China yang Membaca Jejak Genetik untuk Temukan Penyebab Penyakit Langka
Ilustrasi tim medis — magnific.com/@DC Studio

BEIJING — Peneliti Tiongkok mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka yang mampu membantu dokter menganalisis DNA pasien untuk menemukan penyebab penyakit langka. Teknologi bernama OneGenome ini dirancang untuk mempercepat proses diagnosis yang selama ini dapat berlangsung bertahun-tahun karena sulitnya mengidentifikasi kelainan genetik.

Penyakit langka umumnya berkaitan dengan perubahan atau mutasi gen yang tersembunyi dalam sekitar tiga miliar pasangan basa DNA manusia. Kondisi tersebut membuat banyak pasien harus menjalani perjalanan panjang dalam mencari diagnosis, mulai dari berganti dokter spesialis hingga melakukan berbagai pemeriksaan tanpa kepastian penyebab penyakit.

Melalui teknologi AI, para peneliti berupaya memangkas proses tersebut dengan menghubungkan data sekuens DNA, rekam klinis pasien, dan literatur medis global dalam satu sistem analisis. OneGenome dikembangkan oleh BGI-Research dengan kemampuan untuk memahami pola genetik sekaligus menafsirkan dampaknya terhadap kondisi kesehatan manusia.

Berbeda dengan sistem yang hanya membaca urutan DNA, OneGenome dirancang untuk melakukan penalaran klinis. Model ini memanfaatkan pengetahuan medis yang telah dikumpulkan untuk memperkirakan hubungan antara mutasi gen tertentu dengan kemungkinan penyakit yang dialami pasien.

Teknologi tersebut dikembangkan melalui integrasi Genos, model dasar genomik yang sebelumnya dilatih menggunakan data genom manusia dari berbagai populasi dunia, dengan kemampuan model bahasa besar atau large language model (LLM).

Kepala ilmuwan bidang ilmu otak BGI-Research, Liu Shiping, mengatakan tantangan terbesar dalam menangani penyakit langka adalah keterbatasan informasi medis yang tersedia. Menurutnya, kondisi tersebut membuat dokter harus menelusuri banyak kemungkinan sebelum menemukan penyebab utama penyakit.

“Penyakit langka mengalami kekurangan pengetahuan sehingga diagnosis yang akurat menjadi sangat sulit,” ujar Liu.

Melalui sistem OpenRare, tim peneliti menggabungkan data penyakit langka, hasil pengurutan gen pasien, serta gejala klinis untuk membantu AI menemukan kemungkinan mutasi penyebab penyakit. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan petunjuk awal yang kemudian diverifikasi oleh tenaga medis.

Otomatisasi analisis genetik membuat proses yang sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun dapat dipersingkat menjadi hitungan jam. Meski demikian, hasil AI tetap berfungsi sebagai pendukung keputusan dan bukan pengganti diagnosis dokter.

Selain penyakit langka, OneGenome juga diuji untuk membantu penanganan kanker langka melalui identifikasi target terapi yang dapat digunakan dalam pengembangan imunoterapi personal.

Dalam demonstrasi pada KTT Global AI untuk Kebaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2026, sistem ini dianalisis pada kasus tumor sel bulat kecil desmoplastik, kanker jaringan lunak yang agresif.

Hasil analisis OneGenome menemukan 11 target terapi yang tidak teridentifikasi melalui pengujian klinis standar pada pasien stadium lanjut. Temuan tersebut menunjukkan kemampuan AI dalam melihat hubungan kompleks antarperubahan gen yang sering terlewatkan dalam metode konvensional.

Liu menjelaskan bahwa perubahan genom tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dalam suatu jaringan biologis. Karena itu, pendekatan yang melihat satu mutasi secara terpisah dapat kehilangan gambaran besar mengenai penyebab penyakit.

Tim pengembang berharap teknologi ini dapat menjadi fasilitas publik global, terutama bagi negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan presisi.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman
Internasional

Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman

Houthi berkembang dari gerakan politik Zaidi menjadi kekuatan militer Yaman yang kini berpengaruh di pesisir Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman
Internasional

Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman

Serangan Houthi ke dua bandara Saudi menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya. Koalisi Saudi kemudian mengklaim menghancurkan 82 target di Yaman.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu