Runtut.com

Pelantikan Presiden Baru Kolombia Diwarnai Serangan Bom, Satu Polisi Tewas

Sehari setelah pelantikan presiden baru, Kolombia diteror serangan bom yang diduga melibatkan kelompok pembangkang FARC.

3 menit baca
3
Pelantikan Presiden Baru Kolombia Diwarnai Serangan Bom, Satu Polisi Tewas
Presiden baru Kolombia Abelardo de la Espriella menghadapi ujian keamanan setelah serangan bom menewaskan seorang polisi. — Instagram/@delaespriella_style

KOLOMBIA - Kolombia menghadapi ujian keamanan hanya sehari setelah pelantikan Presiden baru Abelardo de la Espriella. Serangkaian serangan bom mengguncang sejumlah wilayah negara tersebut dan menewaskan satu anggota kepolisian, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap ancaman kelompok bersenjata yang masih aktif.

De la Espriella resmi menjabat sebagai Presiden Kolombia pada Jumat di Kota Cali, wilayah barat daya negara itu. Pemimpin berhaluan kanan tersebut sebelumnya berjanji akan mengambil langkah keras terhadap kelompok bersenjata dan menerapkan kebijakan tanpa kompromi dalam menghadapi aksi yang disebutnya sebagai “narkoterorisme”.

Namun, sehari setelah pemerintah baru terbentuk, insiden kekerasan kembali terjadi. Dilansir AFP, serangan pertama terjadi pada Sabtu dini hari ketika kelompok pembangkang gerilyawan dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) diduga menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan gerbang tol yang sedang dibangun di sekitar Cali.

Angkatan Darat Kolombia menyebut ledakan tersebut terjadi di ruas jalan raya Pan-American, tepatnya di wilayah administratif Santander de Quilichao. Dalam kejadian itu, seorang petugas keamanan meninggal dunia, sementara dua petugas lainnya mengalami luka ringan.

Serangan tersebut diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata yang berada di bawah komando Ivan Mordisco, salah satu pemimpin gerilyawan paling dicari di Kolombia. Kelompok tersebut merupakan bagian dari faksi pembangkang FARC yang menolak mengikuti kesepakatan damai antara pemerintah Kolombia dan FARC pada 2016.

Kesepakatan damai 2016 menjadi titik penting dalam sejarah Kolombia karena mengakhiri konflik bersenjata selama puluhan tahun antara pemerintah dan kelompok FARC. Namun, sejumlah kelompok pecahan memilih tetap melakukan aktivitas bersenjata setelah menolak proses perdamaian.

Serangan lain juga terjadi di Departemen Cesar, wilayah utara Kolombia yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Cali. Seorang petugas dilaporkan tewas setelah sebuah pesawat nirawak atau drone bermuatan bahan peledak menghantam kantor polisi setempat pada Sabtu dini hari.

Presiden De la Espriella mengecam keras rangkaian serangan tersebut. Melalui unggahan di media sosial, ia menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas negara merupakan ancaman terhadap pembangunan dan kemajuan Kolombia.

“Menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan,” ujar De la Espriella.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan. Menurutnya, siapa pun yang bertanggung jawab atas serangan tersebut akan diproses melalui jalur hukum.

Hingga kini, otoritas Kolombia masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku di balik aksi bom tersebut. Pemerintah baru menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama karena sejumlah kelompok bersenjata masih memiliki pengaruh di beberapa wilayah negara itu.

Situasi ini menjadi perhatian karena kebijakan keamanan De la Espriella selama kampanye berfokus pada penindakan tegas terhadap kelompok kriminal bersenjata. Serangan pascapelantikan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan konflik bersenjata di Kolombia belum sepenuhnya berakhir meski proses perdamaian telah berlangsung hampir satu dekade.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 jam lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 1 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 1 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 1 hari lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu