Runtut.com

Gempa Kolombia Rusak 5.000 Rumah dan Lumpuhkan Sejumlah Infrastruktur

Gempa Kolombia magnitudo 7,4 merusak 5.000 rumah, 61 bangunan runtuh, dan mengganggu fasilitas publik serta layanan dasar.

2 menit baca
5
Gempa Kolombia Rusak 5.000 Rumah dan Lumpuhkan Sejumlah Infrastruktur
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang rusak akibat gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia. — Getty Images/@Gabriel Laponte

KOLOMBIA - Gempa bumi magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur warga. Hampir 5.000 rumah mengalami kerusakan, 61 bangunan runtuh, serta ratusan fasilitas publik terdampak akibat kuatnya guncangan.

Juru Bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Jens Laerke menyampaikan, berdasarkan laporan sementara, sebanyak 4.900-an rumah terdampak gempa, dengan 387 di antaranya mengalami kerusakan berat hingga hancur. Selain permukiman warga, bencana tersebut juga memengaruhi layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.

“Laporan awal menunjukkan hampir 5.000 rumah mengalami kerusakan, 387 rumah hancur, dan 61 bangunan runtuh,” ujar Laerke kepada wartawan di Jenewa, Selasa (11/8/2026).

Dampak gempa meluas ke berbagai sektor. Sebanyak 24 fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara lebih dari 550 lembaga pendidikan dan sekitar 350 pusat komunitas turut terdampak. Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayanan publik di sejumlah wilayah terganggu.

Kerusakan infrastruktur juga terjadi pada jalur transportasi. Sedikitnya 53 ruas jalan dilaporkan terdampak akibat gempa, sehingga memperlambat akses distribusi bantuan dan mobilitas tim penyelamat menuju wilayah yang membutuhkan pertolongan.

Selain kerusakan fisik, gempa menyebabkan gangguan pada sejumlah layanan penting masyarakat. Beberapa daerah masih mengalami kendala pasokan listrik, air bersih, layanan kesehatan, serta konektivitas komunikasi.

PBB bersama pemerintah Kolombia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Pendataan kerusakan masih berlangsung karena beberapa wilayah terdampak sulit dijangkau akibat gangguan akses dan jaringan komunikasi.

Gempa magnitudo 7,4 yang berpusat di wilayah barat Kolombia menjadi salah satu bencana seismik terbesar di negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang karena dampaknya mencakup sektor hunian, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur publik.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat TewasBreaking
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 jam lalu
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 1 hari lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 3 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 3 hari lalu