JAWA TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata Gunung Bromo mulai menunjukkan tanda mereda setelah petugas tidak lagi menemukan titik api dalam pemantauan lapangan pada Jumat (14/8/2026). Meski api disebut telah terkendali, proses penanganan masih berlanjut melalui pembasahan area terbakar dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan hasil pemantauan petugas di lapangan menunjukkan tidak ditemukan titik api baru di kawasan terdampak.
"Hari ini tidak ditemukan titik api, dan semoga sudah tidak ada lagi kebakaran," ujar Gatot.
Menurutnya, kondisi kawasan Bromo masih menghadapi persoalan asap akibat material vegetasi yang terbakar. Petugas saat ini melakukan pembasahan di sejumlah area untuk mencegah munculnya kembali api dari sisa bara.
"Pembasahan saja sejak pagi," katanya.
Selain pembasahan, petugas juga melakukan pemantauan dan penyisiran di area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah yang terbakar dalam kondisi aman sebelum status penanganan diturunkan.
Sebelumnya, BPBD Jawa Timur mencatat luas area yang terdampak karhutla Gunung Bromo mencapai 1.120,3 hektare. Angka tersebut melampaui luas kebakaran pada 2023 yang mencapai 989 hektare akibat penggunaan flare dalam kegiatan foto pranikah.
Area terdampak saat ini mencakup vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar. Beberapa kawasan yang masih menjadi perhatian petugas berada di Pakis Bincil dan Bukit Cinta, dengan arah rambatan sebelumnya menuju kawasan Sruni Point.
Dalam upaya pemadaman, sebanyak tiga helikopter telah dikerahkan untuk operasi water bombing. Pada Kamis (13/8/2026), helikopter menjatuhkan sekitar 64 ribu liter air yang diambil dari Ranupani dan Ranu Regulo.
Namun, operasi udara tersebut belum berjalan maksimal karena kondisi kabut dan kepulan asap mengurangi jarak pandang menuju titik sasaran. Operasi water bombing akhirnya dihentikan sementara pada pukul 12.41 WIB dan 13.22 WIB.
BPBD Jawa Timur memastikan penanganan masih dilakukan meskipun titik api telah tidak ditemukan. Petugas tetap melakukan pengawasan untuk mencegah potensi kebakaran ulang di kawasan konservasi dan wisata tersebut.










