Runtut.com

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

2 menit baca
1
Lambang Dewan Perdamaian bentukan Amerika Serikat-Israel
Lambang Dewan Perdamaian bentukan Amerika Serikat-Israel — https://boardofpeace.org/

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang Hak Asasi Manusia (HAM) wilayah Palestina mengatakan pada Reuters (22/10/2026), Indonesia perlu mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dewan Perdamaian

Dewan Perdamaian adalah organisasi internasional bentukan Trump yang diklaim untuk mempromosikan stabilitas, mengembalikan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, serta memastikan perdamaian tahan lama di wilayah Palestina melalui Komite Nasional Administrasi Gaza atau National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).

Pendapat Ahli

Advokat HAM yang dikenal vokal mengkritik Israel, Francesca Albanese mengatakan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang yang mendukung Palestina. Bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian berpotensi mengguncang konsistensi sikap tersebut.

“Saya paham intensi baik Indonesia, tetapi menurut saya sangat berbahaya dan berisiko [Indonesia dalam Dewan Perdamaian] menormalisasikan mekanisme [kemerdekaan Palestina] yang sangat tidak normal,” jelasnya mengutip Reuters.

Kritik terbesar Albanese terletak pada beberapa hal, yaitu; Israel tidak berhak menentukan masa depan Palestina secara hukum, lalu absennya keterlibatan Palestina itu sendiri, dan tidak responsifnya badan ini dalam menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja Amerika Serikat. 

“Ini sangat berisiko ketika peraturan [perdamaian Palestina] dibuat oleh Israel,” sebut Albanese.

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian ini. 

Grup Hague

Grup Hague merupakan blok internasional, beranggotakan delapan negara yang berusaha menegakan hukum internasional untuk Palestina. Bolivia, Kolombia, Kuba, Republik Honduras, Malaysia, Namibia, Senegal, dan Afrika Selatan bersatu di Belanda pada 31 Januari 2025 untuk mengkoordinasikan dan menjalankan tindakan diplomatik menentang pelanggaran Israel atas hukum internasional melalui blok Grup Hague.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu