Langkah verifikasi dan penelusuran identitas maupun status terkini WNI tersebut dipastikan berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip perlindungan data pribadi. Karena itu, publik diminta untuk menahan diri dan tidak menyebarkan spekulasi liar sebelum ada kepastian resmi dari hasil penelusuran.
Penyelidikan ini berawal dari pernyataan Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (DIU) pada 26 Oktober lalu yang merilis laporan tewasnya tentara bayaran asal Indonesia bernama Taufiq Muhammad di wilayah Donbas.
Dalam keterangan resminya, lembaga intelijen tersebut mengidentifikasi bahwa Taufiq, pria kelahiran Sorong pada 22 Mei 1978 dan berdomisili di Surabaya, merupakan mantan pengemudi taksi di Jakarta serta manajer di bidang pertanian yang cakap berbahasa Inggris dan sempat berpengalaman kerja di Amerika Serikat.
DIU menengarai keberangkatan Taufiq ke Rusia didasari oleh iming-iming kompensasi finansial untuk sebuah pekerjaan, tanpa menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan hingga akhirnya diterjunkan ke garis depan pertempuran.








