Runtut.com
NasionalBreaking News

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

3 menit baca
1
Runtut.com
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan, sampaikan respon pemerintah dalam penyerapan aspirasi masyarakat di sekitaran Bundaran HI dan Tugu Tani pada 20 Oktober 2026 — Instagram/@kabakom.ri

JAKARTA– Krisis iklim, tekanan biaya hidup, hingga mahalnya pendidikan menjadi sejumlah persoalan yang disuarakan masyarakat sipil dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pemerintah merespons kritik tersebut dengan menyatakan persoalan lingkungan dan daya beli masyarakat menjadi perhatian Presiden, sekaligus memaparkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menyampaikan respons itu pada Selasa (20/10/2026), menyusul aksi Greenpeace Indonesia dan para mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Dalam aksi tersebut, Greenpeace membentangkan dua spanduk raksasa dari atas Patung Selamat Datang untuk menghubungkan krisis iklim dengan meningkatnya beban hidup masyarakat.

Syahganda mengatakan pemerintah menghormati penyampaian aspirasi sebagai bagian dari kebebasan berpendapat. Pemerintah, menurut dia, juga terbuka menerima data dan rekomendasi Greenpeace sebagai bahan evaluasi kementerian terkait.

Dalam penanganan krisis iklim, pemerintah menyatakan memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran. Namun, pemerintah belum merinci capaian kebijakan tersebut dalam menjawab seluruh kritik yang disampaikan Greenpeace.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun. Programnya mencakup bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima manfaat, tambahan satu juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta kebijakan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir 2026.

Sementara itu, mahasiswa yang menggelar aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada hari yang sama membawa lima tuntutan. Mereka mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, menindak korporasi yang bertanggung jawab, dan memulihkan ekosistem terdampak.

Mahasiswa juga menyoroti ketimpangan ekonomi, penyempitan ruang sipil, militerisasi, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Tuntutan lainnya ialah penurunan biaya pendidikan dan pembentukan sistem pendidikan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Kelima tuntutan tersebut memperluas persoalan yang disoroti dalam evaluasi dua tahun pemerintahan, dari dampak lingkungan hingga tata kelola kekuasaan dan akses terhadap layanan publik. Meski demikian, tuntutan mahasiswa merupakan sikap politik kelompok yang menyampaikannya dan perlu diuji melalui perkembangan kebijakan serta kondisi di lapangan.

Kritik Greenpeace sendiri didukung laporan Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah. Dalam riset tersebut, 41 persen responden mengaku merasakan dampak krisis iklim terhadap pola konsumsi dan biaya pangan, sedangkan 39 persen merasakan dampaknya terhadap produktivitas dan pendapatan.

Riset itu mencakup delapan kelompok masyarakat di Jabodetabekjur, Cekungan Bandung, dan Kartamantul sehingga hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasi untuk seluruh Indonesia.

Pemaparan program pemerintah dan penyampaian kritik masyarakat menjadi dua bagian yang perlu dibaca secara berimbang. Efektivitas kebijakan tetap perlu dinilai berdasarkan hasilnya, termasuk perkembangan harga kebutuhan pokok, penanganan karhutla, perlindungan ruang sipil, pemberantasan korupsi, dan keterjangkauan pendidikan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 7 menit lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya PendidikanBreaking
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 11 jam lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HIBreaking
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 11 jam lalu
Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden
Nasional

Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden

Presiden Prabowo merombak jajaran Kabinet Merah Putih pada Oktober 2026. Sebanyak 18 pejabat dilantik dan reshuffle yang mencakup kementerian dan lembaga negara

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini
Nasional

Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini

Liga sepak bola putri Indonesia kembali bergulir pada 18 Oktober 2026 setelah vakum tujuh tahun melalui Indonesia Women’s League 2026/2027 yang diikuti 6 klub.

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu
Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi
Nasional

Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi

DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi mitigasi karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan kesiapan pemadaman serta pemulihan lingkungan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu