Runtut.com
NasionalBreaking News

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

2 menit baca
1
Runtut.com
Mahasiswa membentangkan spanduk tuntutan di Monumen Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026, saat aksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menyoroti persoalan lingkungan, kebebasan sipil, dan akses pendidikan. — Getty Images/@Nur Photo

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketimpangan ekonomi, penyempitan ruang sipil, korupsi, hingga mahalnya biaya pendidikan menjadi lima persoalan yang disoroti mahasiswa dalam aksi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menyampaikan tuntutan tersebut dalam demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Aksi yang melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan elemen masyarakat sipil itu menjadi ruang penyampaian kritik terhadap kebijakan pemerintah. Massa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) tiba di kawasan Tugu Tani sekitar pukul 15.00 WIB dengan membawa spanduk dan pamflet berisi aspirasi.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026, Fathimah Azzahra, menyebut aksi tersebut merupakan agenda kedua aliansi mahasiswa. Keterlibatan sejumlah organisasi mahasiswa bersama elemen masyarakat menunjukkan bahwa tuntutan yang dibawa mencakup berbagai persoalan publik, mulai dari lingkungan hingga akses terhadap layanan dasar.

Tuntutan pertama berkaitan dengan penanganan karhutla. Mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, menindak korporasi yang bertanggung jawab, serta memulihkan ekosistem yang terdampak. Mereka juga menyoroti pentingnya penanganan dampak lingkungan yang dapat mengancam kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Kedua, mahasiswa meminta pembenahan tata kelola kebijakan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial. Tuntutan ini menempatkan distribusi kesejahteraan sebagai salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.

Ketiga, massa mendesak penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi. Ruang sipil berkaitan dengan kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat, berkumpul, berorganisasi, serta berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, tuntutan tersebut berkaitan dengan perlindungan kebebasan warga dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Keempat, mahasiswa meminta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mereka menempatkan persoalan tersebut sebagai bagian dari tuntutan perbaikan tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum.

Kelima, massa mendesak penurunan biaya pendidikan serta pembentukan sistem pendidikan yang berpihak kepada masyarakat. Tuntutan ini menyoroti keterjangkauan pendidikan sebagai persoalan akses, terutama bagi kelompok yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dalam aksi tersebut, sejumlah demonstran juga memanjat Monumen Tugu Tani dan membentangkan spanduk berisi tuntutan. Massa menyampaikan aspirasi di kawasan tersebut hingga Selasa petang. Aksi kemudian berakhir pada malam hari, dengan massa membubarkan diri dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kembali lancar.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 10 menit lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya HidupBreaking
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 jam lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HIBreaking
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 11 jam lalu
Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden
Nasional

Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden

Presiden Prabowo merombak jajaran Kabinet Merah Putih pada Oktober 2026. Sebanyak 18 pejabat dilantik dan reshuffle yang mencakup kementerian dan lembaga negara

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini
Nasional

Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini

Liga sepak bola putri Indonesia kembali bergulir pada 18 Oktober 2026 setelah vakum tujuh tahun melalui Indonesia Women’s League 2026/2027 yang diikuti 6 klub.

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu
Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi
Nasional

Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi

DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi mitigasi karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan kesiapan pemadaman serta pemulihan lingkungan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu