Apakah manusia sudah memiliki senjata untuk menghentikan asteroid?
Jawabannya: manusia sudah berhasil menguji teknologi untuk mengubah arah asteroid.
Bukti paling penting datang dari misi NASA bernama DART (Double Asteroid Redirection Test). Pada 2022, wahana DART sengaja ditabrakkan ke asteroid kecil bernama Dimorphos, yang mengorbit asteroid Didymos. Tujuannya bukan menghancurkan asteroid. Tujuannya adalah mengubah orbitnya.
Eksperimen tersebut berhasil mengubah periode orbit Dimorphos secara signifikan.
Ini adalah demonstrasi penting bahwa manusia secara praktis dapat memberikan “dorongan” kepada benda langit dan mengubah lintasannya.
Konsepnya sederhana tetapi sangat kuat. Kita tidak harus menghancurkan asteroid. Kita hanya perlu membuatnya sedikit melenceng dari jalur tumbukan.
Jika dilakukan cukup jauh sebelum pertemuan dengan Bumi, perubahan kecepatan yang sangat kecil dapat menghasilkan perubahan posisi yang sangat besar ketika asteroid akhirnya tiba di sekitar orbit Bumi.
Jadi, apakah manusia bisa menghentikan Chicxulub kedua? Belum tentu.
Ini adalah bagian yang sering hilang dalam pembahasan tentang planetary defense.
Keberhasilan DART tidak berarti manusia sudah memiliki “senjata anti-Chicxulub”. DART menguji teknik kinetic impactor terhadap objek yang relatif kecil dan sistem yang sangat berbeda dari skenario asteroid raksasa yang menuju Bumi. Untuk asteroid berukuran beberapa kilometer, tantangannya jauh lebih besar.
Jika asteroid sebesar Chicxulub ditemukan hanya beberapa bulan sebelum tumbukan, pilihan manusia akan sangat terbatas. Tetapi jika objek tersebut ditemukan beberapa dekade sebelumnya, situasinya berbeda.
Sebuah perubahan kecepatan yang sangat kecil, diberikan cukup awal, dapat mengubah posisi asteroid ketika waktunya tiba di sekitar orbit Bumi.
Karena itu, strategi pertahanan terbaik sebenarnya bukan menunggu sampai asteroid berada di depan hidung kita. Strategi terbaik adalah menemukan asteroid tersebut sedini mungkin.
Bagaimana jika asteroid terlalu besar untuk dihancurkan?
Dalam film, asteroid biasanya dihancurkan menggunakan bom besar. Dalam kenyataan, menghancurkan asteroid belum tentu menyelesaikan masalah.
Jika asteroid besar dipecah menjadi banyak bagian, sebagian fragmen tetap dapat menuju Bumi.
Alih-alih satu ancaman besar, manusia mungkin menciptakan banyak ancaman yang lebih kecil.
Karena itu, dalam banyak skenario planetary defense, mengubah lintasan asteroid lebih menarik daripada sekadar menghancurkannya.
Namun, untuk objek tertentu terutama jika waktu yang tersedia sangat pendek, metode lain, termasuk konsep penggunaan ledakan nuklir untuk mengubah lintasan atau memecah objek, juga telah dipelajari secara ilmiah.
Tetapi itu bukan solusi universal dan memerlukan perencanaan yang sangat hati-hati.
Bagaimana jika asteroid ditemukan terlambat?
Ini merupakan skenario yang jauh lebih sulit. Misalnya sebuah asteroid berukuran besar baru diketahui ketika waktu tumbukannya tinggal beberapa bulan.
Manusia mungkin tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengubah lintasannya secara signifikan.
Dalam keadaan seperti itu, fokus pertahanan dapat bergeser dari mencegah tumbukan menjadi mengurangi korban.
Pemerintah dapat melakukan:
- evakuasi wilayah yang diperkirakan terkena dampak;
- mempersiapkan tempat perlindungan;
- mengamankan infrastruktur penting;
- menyiapkan sistem komunikasi darurat;
- memperkirakan wilayah gelombang tsunami jika tumbukan terjadi di laut;
- serta mempersiapkan respons terhadap gangguan pangan dan iklim.
Tetapi untuk asteroid berukuran beberapa kilometer yang benar-benar berada di jalur tumbukan, tidak ada sistem yang saat ini dapat menjamin keselamatan seluruh umat manusia.
Ancaman terbaru: apakah ada asteroid yang harus ditakuti sekarang?
Ada banyak asteroid dekat Bumi yang terus dipantau. Beberapa objek dapat masuk ke daftar risiko karena perhitungan awal menunjukkan kemungkinan tumbukan yang sangat kecil pada masa depan.
Namun, “masuk daftar risiko” tidak sama dengan “akan menabrak Bumi.”
Orbit asteroid memiliki ketidakpastian. Ketika teleskop mendapatkan lebih banyak data, kemungkinan tumbukan sering kali berubah dan dapat turun menjadi hampir nol.
Karena itu, kabar mengenai “asteroid berpotensi menabrak Bumi” harus dibaca dengan hati-hati.
Yang paling penting bukan sekadar melihat angka probabilitas awal, melainkan melihat:
seberapa besar objeknya, kapan kemungkinan tumbukannya, seberapa besar probabilitasnya, dan seberapa kuat orbitnya sudah diketahui.
Apakah manusia sudah aman dari asteroid? Belum. Tetapi manusia berada dalam posisi yang jauh lebih baik dibandingkan semua generasi sebelumnya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah peradaban memiliki kemampuan untuk:
melihat ancaman dari jauh → menghitung orbitnya → memperkirakan risiko → mengirim wahana ke asteroid → dan mengubah gerak asteroid tersebut.
Itu merupakan pencapaian yang luar biasa.
Namun, planetary defense masih berada pada tahap awal. Kita belum memiliki kemampuan untuk menghadapi setiap jenis asteroid dalam setiap kondisi. Masih ada objek yang sulit ditemukan, terutama benda yang datang dari arah tertentu terhadap Matahari atau memiliki karakteristik yang menyulitkan pengamatan.
Dua Asteroid berbeda — Images.nasa.gov
Dan semakin besar asteroidnya, semakin besar pula tantangannya. Pertahanan terbaik sebenarnya adalah “deteksi dini”
Bayangkan dua asteroid identik. Asteroid pertama diketahui 30 tahun sebelum kemungkinan tumbukan. Asteroid kedua baru ditemukan 30 hari sebelumnya. Keduanya memiliki ukuran yang sama. Tetapi ancamannya sangat berbeda.
Asteroid pertama memberi manusia waktu untuk merencanakan misi, mengirim wahana, melakukan pengamatan tambahan, menguji strategi, dan mengubah orbitnya sedikit demi sedikit.
Asteroid kedua hampir tidak memberikan ruang untuk melakukan hal tersebut. Karena itu, teleskop dan program pencarian asteroid bukan sekadar proyek astronomi. Mereka adalah bagian dari sistem pertahanan planet Bumi.
Asteroid pernah mengubah sejarah Bumi. Chicxulub menjadi contoh paling dramatis: sebuah benda langit berukuran sekitar 10 kilometer menghantam planet kita dan memicu rangkaian perubahan lingkungan yang berkontribusi pada kepunahan massal 66 juta tahun lalu.
Peristiwa seperti itu sangat jarang. Namun, manusia sekarang menghadapi ancaman tersebut dengan kemampuan yang tidak pernah dimiliki makhluk hidup sebelumnya.
Kita dapat menemukan asteroid. Kita dapat menghitung lintasannya. Kita dapat memperkirakan kemungkinan tumbukannya.
Dan melalui misi seperti DART, kita telah membuktikan bahwa lintasan sebuah benda langit dapat diubah secara sengaja.
Itu belum berarti manusia mampu menghentikan asteroid sebesar Chicxulub kapan saja. Tetapi prinsip dasarnya sudah terbukti.
Jika suatu hari sebuah asteroid besar benar-benar ditemukan berada di jalur Bumi, pertanyaan terpenting bukan hanya “seberapa besar asteroid itu?”
Pertanyaan yang mungkin menentukan nasib umat manusia adalah:
“Berapa lama kita mengetahuinya sebelum ia tiba?”
Karena dalam perang melawan asteroid, senjata terpenting manusia mungkin bukan bom. Melainkan waktu.