Malang - Inovasi dalam dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran. Berangkat dari keresahan pribadi pengembang game yang dimana kesulitan dalam belajar sejarah yang metode pembelajarannya hanya diajarkan untuk menghafal dan mengingat peristiwa atau mendengarkan guru menyampaikan peristiwa sejarah itu sendiri sehingga terkesan sangat monoton dan membosankan. Sehingga, Mahasiswa Vokasi Universitas Brawijaya menciptakan game pembelajaran sejarah indonesia berbasis Role Playing Game (RPG) sebagai media pembelajaran interaktif yang bisa digunakan untuk dapat lebih memahami peristiwa sejarah, bukan hanya sekedar membaca, menghafal, mengingat, dan mendengarkan peristiwa sejarah.
Game tersebut dikembangkan dengan tujuan untuk membantu meningkatkan ketertarikan pelajar terhadap materi sejarah Indonesia yang selama ini sering dianggap monoton karena didominasi metode pembelajaran konvensional (membaca, mendengar, menghafal dan mengingat). Melalui konsep RPG, pemain tidak hanya membaca materi, tetapi juga terlibat langsung dalam alur cerita/peristiwa sejarah, menjalankan misi, menyelesaikan tantangan, hingga berinteraksi dengan tokoh dan peristiwa sejarah yang diangkat dalam permainan.
Pengembangan Sagantara merupakan hasil karya dua mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Program Vokasi Universitas Brawijaya, yaitu Zaky Nurdiansyah dan Ferdian Trikusuma yang didampingi oleh dosen pembimbing Erlangga Setyawan, SP., MM., CODP. Dalam pengembangannya, Zaky Nurdiansyah berperan dalam pengembangan sistem dan mekanisme permainan Sagantara, mulai dari perancangan alur permainan, fitur, hingga implementasi sistem pada game berbasis RPG tersebut. Sementara itu, Ferdian Trikusuma berfokus pada pengembangan konsep bisnis, riset pasar, penyusunan strategi pengembangan, serta perancangan implementasi Sagantara sebagai media pembelajaran sejarah berbasis digital.
Nama “Sagantara” sendiri diangkat sebagai representasi perjalanan menjelajahi sejarah dan budaya Nusantara melalui media digital. Game ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih imersif sehingga siswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman eksploratif dalam permainan.






