Runtut.com

Muhammadiyah Perkenalkan ChatHPT, Platform AI Berbasis Literatur Tarjih

Kini konsultasi keagamaan semakin praktis dengan ChatHPT buatan Muhammadiyah. Didesain transparan, kecerdasan buatan ini dilengkapi rujukan asli dari fatwa.

2 menit baca
Meski didukung AI mutakhir yang mampu menjawab pertanyaan keagamaan harian berbasis dokumen resmi, Muhammadiyah menegaskan
Meski didukung AI mutakhir yang mampu menjawab pertanyaan keagamaan harian berbasis dokumen resmi, Muhammadiyah menegaskan ChatHPT bukanlah mesin pembuat fatwa otomatis. — Foto: IBTimes.ID

RUNTUT.COM – Muhammadiyah resmi meluncurkan ChatHPT, sebuah asisten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses putusan, fatwa, dan khazanah keilmuan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Bukan Mufti Digital, Muhammadiyah Tekankan ChatHPT Hanya Alat Bantu Memahami Literatur Tarjih
Bukan Mufti Digital, Muhammadiyah Tekankan ChatHPT Hanya Alat Bantu Memahami Literatur Tarjih — Foto: Radar Jogja - Jawa Pos

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang masif, Muhammadiyah mengambil langkah inovatif dengan menghadirkan sebuah platform kecerdasan buatan bernama ChatHPT.

Inovasi ini resmi diperkenalkan kepada publik pada awal November 2026 sebagai sarana bantu bagi umat dalam mendalami persoalan keagamaan secara praktis namun tetap berbasis sumber yang otoritatif.

1. Waktu dan Lokasi Peluncuran

ChatHPT secara resmi diluncurkan pada Kamis, 5 November 2026. Momentum perkenalan ini terasa istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan agenda akbar Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII yang bertempat di At Tauhid Tower, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

2. Fungsi Utama dan Kemudahan Pengguna

Dirancang untuk menjawab kebutuhan umat era digital, ChatHPT berfungsi sebagai asisten interaktif yang memungkinkan pengguna mengajukan berbagai pertanyaan seputar persoalan keagamaan sehari-hari menggunakan bahasa yang santai dan natural.

Setiap jawaban yang diberikan oleh ChatHPT tidak berdiri sendiri. Sistem ini secara otomatis melengkapi responsnya dengan tautan atau rujukan dokumen autentik milik Muhammadiyah, seperti Himpunan Putusan Tarjih (HPT), kumpulan Fatwa Tarjih, serta rubrik Tanya Jawab Agama. Dengan demikian, pengguna dapat memverifikasi dan menelusuri keaslian sumber rujukannya secara langsung.

ChatHPT juga menerapkan hierarki sumber. Putusan Munas atau Muktamar yang telah ditanfidzkan memperoleh prioritas lebih tinggi daripada fatwa. Sementara itu, fatwa menjadi rujukan yang lebih diutamakan dibandingkan rubrik tanya jawab agama. Pengaturan ini dimaksudkan agar jawaban sistem tetap memperhatikan kedudukan dan otoritas setiap produk keilmuan Tarjih.

Salah satu contoh yang dijelaskan dalam panduan ialah pertanyaan tentang hukum menyalatkan jenazah koruptor. Ketika tidak menemukan fatwa yang secara langsung membahas pertanyaan tersebut, sistem menghubungkannya dengan keputusan dan argumentasi Tarjih yang relevan. Jawaban yang disusun mengarah pada kesimpulan bahwa jenazah seorang Muslim yang berdosa tetap harus disalatkan.

Namun, contoh tersebut ditempatkan sebagai bahan kajian berdasarkan rujukan yang tersedia, bukan fatwa resmi baru yang dikeluarkan oleh ChatHPT. Pengguna tetap perlu memeriksa sumber dan mengonfirmasi persoalan kepada Majelis Tarjih apabila membutuhkan keputusan keagamaan yang otoritatif.

3. Batasan Peran: Bukan Pengganti Mufti

Meskipun menggunakan teknologi kecerdasan buatan mutakhir, pihak Muhammadiyah memberikan penegasan penting mengenai batasan platform ini. ChatHPT bukanlah sebuah "Mufti Digital" atau mesin pembuat fatwa otomatis.

Sebaliknya, Muhammadiyah memosisikan ChatHPT murni sebagai alat bantu (tools) untuk memudahkan masyarakat dalam memahami materi, literatur, dan khazanah pemikiran keagamaan yang telah diputuskan oleh organisasi, tanpa menggantikan posisi dan otoritas para ulama atau lembaga fatwa yang berwenang.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Jelang Eksplorasi Venus, NASA Pastikan DAVINCI Mampu Bertahan di Panas Ekstrem
Teknologi

Jelang Eksplorasi Venus, NASA Pastikan DAVINCI Mampu Bertahan di Panas Ekstrem

NASA menguji ketahanan DAVINCI untuk menghadapi kondisi ekstrem Venus sebelum misi penelitian atmosfer dan sejarah planet tersebut dimulai.

Rachmaddani Rizki Saputra· 30 September 2026
Asteroid dan Ancaman dari Langit: Bagaimana Tumbukan Terjadi, Apa Dampaknya, dan Bisakah Manusia Menghentikannya?
Teknologi

Asteroid dan Ancaman dari Langit: Bagaimana Tumbukan Terjadi, Apa Dampaknya, dan Bisakah Manusia Menghentikannya?

Seberapa besar ancaman asteroid bagi Bumi? Pelajari sejarah tumbukan, dampak Chicxulub, hingga teknologi NASA untuk mengubah lintasan asteroid.

Mila Nabilah· 2 September 2026
Ketika Internet Melambat dan Kamera Pengawas Mendadak Buta Merespons Aksi Massa
Teknologi

Ketika Internet Melambat dan Kamera Pengawas Mendadak Buta Merespons Aksi Massa

Benarkah ada sabotase digital saat demo 12 Juni 2026? Analisis matinya akses CCTV publik dan ancaman pembatasan internet (throttling) di titik kumpul massa.

Tegar Herlambang· 13 Juni 2026
Mahasiswa Vokasi UB Ciptakan Game “Sagantara” Berbasis RPG Guna Mendorong Pembelajaran Sejarah di Indonesia
Teknologi

Mahasiswa Vokasi UB Ciptakan Game “Sagantara” Berbasis RPG Guna Mendorong Pembelajaran Sejarah di Indonesia

Mahasiswa Vokasi UB mengembangkan Sagantara, game sejarah Indonesia berbasis RPG sebagai media pembelajaran baru.

Ferdian Trikusuma· 19 Mei 2026
Digitalisasi Pendidikan dan Risiko Tata Kelola: Membaca Kasus Chromebook Nadiem Makarim
Teknologi

Digitalisasi Pendidikan dan Risiko Tata Kelola: Membaca Kasus Chromebook Nadiem Makarim

Kasus Chromebook Nadiem Makarim menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan tidak cukup dengan pengadaan perangkat, tetapi membutuhkan tata kelola.

Tegar Herlambang· 17 Mei 2026
Mojokerto Dolanan dan Tantangan Era Digital: Saat Komunitas Mengajak Anak Muda Seimbang dengan Gadget
Teknologi

Mojokerto Dolanan dan Tantangan Era Digital: Saat Komunitas Mengajak Anak Muda Seimbang dengan Gadget

Mojokerto Dolanan hadir sebagai ruang penyeimbang di era digital. Komunitas ini mengajak anak muda tetap mengenal permainan tradisional.

Tegar Herlambang· 17 Mei 2026