Runtut.com

Tekanan Mental 263 Hari di Laut, Tujuh Tentara AS Tewas dalam Bentrokan Internal di USS Abraham Lincoln

7 Tentara AS Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln, Tekanan Misi Panjang 263 Hari di Laut Diduga Jadi Pemicu Insiden

2 menit baca
6
Tekanan Mental 263 Hari di Laut, Tujuh Tentara AS Tewas dalam Bentrokan Internal di USS Abraham Lincoln
Kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi sorotan setelah tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam bentrokan internal. — Getty Images/@Kevin Carter

AMERIKA SERIKAT - Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah terjadi bentrokan fisik di kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan tekanan psikologis akibat masa penugasan panjang, beban kerja tinggi, serta kondisi kehidupan yang penuh keterbatasan selama ratusan hari berada di laut.

Kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi pusat perhatian setelah laporan mengenai konflik internal di antara awaknya mencuat. Kapal perang tersebut diketahui telah menjalani pengerahan selama 263 hari dalam misi menghadapi ketegangan militer dengan Iran.

Laporan menyebutkan, bentrokan terjadi setelah muncul berbagai keluhan dari awak kapal mengenai kondisi kerja dan kehidupan selama bertugas. Para personel disebut mengalami kelelahan akibat jadwal kerja padat dengan waktu pemulihan yang sangat terbatas.

Dikutip dari MS Snow, sejumlah keluarga awak kapal mengungkapkan bahwa sebagian personel harus menjalani pergantian kerja dalam durasi panjang dan hanya memiliki sedikit kesempatan beristirahat. Sejak meninggalkan pelabuhan asal di San Diego pada November, awak USS Abraham Lincoln disebut hanya mendapatkan dua hari libur.

Tekanan tersebut semakin meningkat karena kondisi ruang hidup di kapal yang padat, tingkat kebisingan tinggi, serta risiko kecelakaan yang melekat dalam aktivitas operasional kapal induk.

Beberapa keluarga juga menyampaikan keluhan terkait fasilitas sehari-hari, seperti kamar mandi yang berjamur, keterbatasan makanan, serta antrean panjang untuk memperoleh kebutuhan dasar.

Pada April, keluarga awak membagikan foto yang menunjukkan porsi makanan di kapal dinilai kurang memadai. Keluhan lain menyebut sejumlah perlengkapan pribadi, seperti pasta gigi, sabun, dan deodoran, kerap sulit ditemukan.

Namun, laporan mengenai kondisi tersebut dibantah oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle. Keduanya menyatakan kondisi kapal masih berada dalam pengawasan dan pelayanan terhadap awak tetap berjalan.

Juru bicara Armada Kelima Angkatan Laut AS, Komandan Joseph Hontz, mengakui terdapat beberapa kendala teknis selama pelayaran, termasuk persoalan ketersediaan air. Menurutnya, masalah tersebut dapat segera ditangani oleh pihak kapal.

Sementara itu, laporan dari Tasnim News Agency menyebut bentrokan bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper datang ke USS Abraham Lincoln untuk merespons keluhan awak. Pertemuan tersebut dilaporkan berlangsung tegang hingga terjadi aksi saling lempar botol air dan berujung pada perkelahian fisik.

USS Abraham Lincoln saat ini masih menjalankan operasi di Samudra Hindia dengan sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS di dalamnya. Kapal tersebut tercatat menjalani periode pengerahan tanpa henti terlama bagi kapal induk AS pada era modern.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah PositifBreaking
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 13 jam lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 2 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 3 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 3 hari lalu