Episode 3: Raksasa Merah
Di ambang napasnya, waktu mencekak dengan keji. Sisa hidrogen lesap, menyusut lalu merekah; menggembung dalam nestapa.
Sang Surya yang konon penyayang, perlahan menjulang sebagai raksasa merah berkilau murka. Lapis demi lapis cahayanya menggerus orbit, mulutnya menganga, melumat penghuni inti tata surya.
Buah dan kasihnya remuk dalam sekali kata, sementara samudra mendidih tanpa doa.
Tak ada waktu tuk ucapkan selamat tinggal, hanya gemuruh kosmik yang tertanam dalam jiwa, bersama elegi yang tersisa ruang hampa.








