Runtut.com

4 Gunung Erupsi Serentak, 5 Berstatus Siaga

Empat gunung api Indonesia erupsi bersamaan pada 6 September 2026, sementara lima gunung berstatus Siaga. Simak kondisi, dampak, ancaman, dan cara siaga bencana

8 menit baca
26
Kolom erupsi Gunung Sinabung teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak pada Senin, 31 Agustus 2026.
Kolom erupsi Gunung Sinabung teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak pada Senin, 31 Agustus 2026. — Foto: Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Karo.

Apa Arti Level III atau Siaga?

Mengutip informasi Magma ESDM, aktivitas gunung api Indonesia terbagi menjadi empat tingkat.

Level I: Normal

Hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan kondisi yang masih fluktuatif, tetapi belum terdapat peningkatan aktivitas yang signifikan.

Level II: Waspada

Hasil pengamatan mulai menunjukkan adanya peningkatan aktivitas. Pada beberapa gunung dengan status ini, erupsi masih mungkin terjadi.

Level III: Siaga

Aktivitas vulkanik menunjukkan peningkatan yang semakin nyata berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental. Pada kondisi ini, gunung api dapat mengalami erupsi sehingga masyarakat harus memperhatikan rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang.

Level IV: Awas

Menunjukkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api sedang mengalami erupsi.

Status tersebut dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan hasil evaluasi dan pemantauan terbaru.

Lima Gunung Level III dan Kondisinya

1. Anak Krakatau

Anak Krakatau berada di Kabupaten Lampung Selatan dengan ketinggian sekitar 157 mdpl.

Pada pengamatan pagi 6 September, erupsi menerus berhenti pukul 00.04 WIB, tetapi aktivitas kegempaan masih tercatat. Masyarakat dilarang mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

2. Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan ketinggian 1.584 mdpl.

Pada pengamatan 00.00–06.00 Wita, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis teramati setinggi sekitar 50–100 meter dari puncak.

Kegempaan yang tercatat antara lain dua kali gempa embusan, dua kali tremor non-harmonik, dua kali gempa frekuensi rendah dan 15 kali gempa tektonik jauh. Masyarakat dan wisatawan direkomendasikan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Potensi banjir lahar hujan juga perlu diwaspadai, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

3. Merapi

Gunung Merapi berada di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten dengan ketinggian 2.968 mdpl.

Pada periode pengamatan 00.00–06.00 WIB, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang teramati sekitar 10 meter dari puncak.

Dua guguran lava juga teramati menuju sektor barat daya. Guguran menuju hulu Kali Krasak mencapai jarak maksimum 1.600 meter, sementara guguran menuju hulu Kali Sat/Putih mencapai 1.500 meter. Bahaya Merapi terutama berupa guguran lava dan awan panas di sejumlah sektor.

Di sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Masyarakat juga harus mewaspadai lahar, khususnya ketika hujan turun di sekitar Merapi.

4. Semeru

Semeru menjadi satu-satunya gunung api di Jawa Timur yang tercatat berstatus Level III dalam daftar tersebut. Aktivitas erupsi masih terpantau melalui 24 kali gempa letusan pada periode pengamatan 00.00–06.00 WIB.

Potensi bahaya meliputi awan panas, guguran lava, lontaran batu pijar dan lahar.

Besuk Kobokan menjadi salah satu kawasan yang mendapat pembatasan aktivitas paling luas karena potensi perluasan awan panas dan lahar.

5. Sinabung

Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan ketinggian 2.460 mdpl.

Pada pengamatan pagi 6 September, gunung tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-I hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati. Tercatat satu kali tremor menerus dengan amplitudo 2 mm.

Masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung. Pembatasan juga berlaku pada sektor selatan-tenggara hingga radius 6 kilometer.

Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai berhulu di Sinabung diminta tetap mewaspadai potensi lahar.

Benarkah Ada Pipa Magma yang Menghubungkan Gunung-gunung Ini Jawabannya tidak.

Daryono dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) menjelaskan bahwa kesamaan waktu erupsi tidak menunjukkan adanya satu jaringan saluran magma yang menghubungkan dapur magma antargunung.

“Meskipun keempat gunung ini menunjukkan peningkat aktivitas pada waktu yang relatif berdekatan, secara geologi tidak ada mekanisme ‘jalur pipa’ atau jaringan saluran magma bawah tanah tunggal yang menghubungkan dapur magma antargunung tersebut.”

Menurut dia, masing-masing sistem vulkanik memang telah memiliki dinamika sendiri, termasuk akumulasi tekanan fluida dan magma.

Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati juga menegaskan hal serupa.

“Ini tidak betul. Dapur magma itu sendiri-sendiri untuk tiap gunung. Setiap gunung memiliki sistem vulkanisme sendiri-sendiri yang tidak terhubung dengan gunung api lainnya.”

Indonesia memang berada di kawasan Ring of Fire, di mana aktivitas tektonik sangat tinggi akibat interaksi dan penunjaman sejumlah lempeng.

Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif dan memungkinkan aktivitas vulkanik terjadi di beberapa wilayah dalam periode yang berdekatan.

Namun, kesamaan waktu tidak sama dengan kesamaan sumber magma.

Masyarakat Tidak Perlu Panik, tetapi Harus Siaga

Aktivitas empat gunung api yang berdekatan waktunya tidak berarti seluruh Indonesia berada di ambang bencana vulkanik besar.

Yang paling penting adalah membaca kondisi masing-masing gunung berdasarkan informasi resmi.

Masyarakat di kawasan rawan bencana gunung api perlu:

- memantau informasi PVMBG/Magma ESDM, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah;

- mematuhi radius serta sektor yang dinyatakan berbahaya;

- tidak mendekati kawah untuk melihat aktivitas erupsi;

- mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul;

- menyiapkan tas siaga berisi masker, obat-obatan, air, makanan, senter, dokumen penting dan pengisi daya;

- menggunakan masker serta pelindung mata ketika terjadi hujan abu;

- menutup pintu, jendela dan ventilasi rumah saat abu vulkanik menyebar;

- menjauhi sungai yang berhulu di gunung ketika hujan deras karena ancaman lahar dapat meningkat;

- dan segera mengikuti instruksi evakuasi apabila pemerintah mengeluarkan perintah tersebut.

Aktivitas Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok dan Ibu pada waktu yang berdekatan memang menjadi fenomena yang menarik perhatian.

Namun, tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa keempat gunung tersebut sedang “berkomunikasi” melalui satu pipa magma raksasa.

Yang terjadi adalah aktivitas dari sistem vulkanik yang berbeda-beda di sebuah negara yang memang berada di kawasan tektonik dan vulkanik sangat aktif.

Karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat sebaiknya tidak berpegang pada informasi lama atau konten media sosial yang tidak jelas sumbernya.

Pantau status gunung masing-masing, patuhi radius bahaya, dan ikuti arahan PVMBG serta pemerintah daerah.

Data dalam artikel ini merupakan kondisi berdasarkan pembaruan aktivitas gunung api per Minggu, 6 September 2026, dan dapat berubah mengikuti hasil pemantauan terbaru.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Tertawa dan Teriak "Palsu", Mengapa Reaksi Roy Suryo di Sidang Ijazah Jokowi Jadi Sorotan?Breaking
Nasional

Tertawa dan Teriak "Palsu", Mengapa Reaksi Roy Suryo di Sidang Ijazah Jokowi Jadi Sorotan?

Mengapa reaksi Roy Suryo yang tertawa dan teriak "palsu" saat Jokowi tunjukkan ijazah asli di sidang PN Jaktim jadi sorotan? Simak ulasan dramanya di sini.

Rani Masida· 15 jam lalu
Fakta Sidang Ijazah Jokowi: Dipamerkan di Depan Hakim, Begini Hasil Pemeriksaannya Breaking
Nasional

Fakta Sidang Ijazah Jokowi: Dipamerkan di Depan Hakim, Begini Hasil Pemeriksaannya

Bukti fisik ijazah asli Jokowi akhirnya dipamerkan di hadapan majelis hakim. Simak rincian hasil pemeriksaan dokumen dan verifikasi hukumnya di sidang.

Rani Masida· 17 jam lalu
Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi dalam Dua Perkara Dugaan Ijazah Palsu
Nasional

Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi dalam Dua Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Polisi menerapkan pengamanan tiga lapis di PN Jakarta Timur untuk mengantisipasi potensi demonstrasi dan konsentrasi massa saat Jokowi bersaksi.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari KSP, Dugaan Penyadapan Dinilai Ancam Keselamatan Negara
Nasional

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari KSP, Dugaan Penyadapan Dinilai Ancam Keselamatan Negara

Prabowo memberhentikan Listyo Sigit dari jabatan KSP dan menunjuk Aryo Windutomo sebagai Plt. menyusul kasus dugaan penyadapan ilegal.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
Menko Yusril: Prabowo Sudah Tahu Disadap, Kasus Tiga Jenderal Polri Bukan Makar
Nasional

Menko Yusril: Prabowo Sudah Tahu Disadap, Kasus Tiga Jenderal Polri Bukan Makar

Yusril menyebut Prabowo telah mengetahui dugaan penyadapan terhadap dirinya. Pemerintah menegaskan kasus tiga tersangka Polri sejauh ini bukan makar.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Tiga Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Ditahan di Rutan Mabes Polri
Nasional

Tiga Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Ditahan di Rutan Mabes Polri

Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi ditahan di Rutan Mabes Polri sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu