Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.
RUNTUT.COM – Krisis energi global kembali membayangi kawasan Benua Eropa setelah harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di Eropa meroket tajam hingga menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Lonjakan harga yang drastis ini mengingatkan kembali pada memori kelam krisis energi parah yang sempat melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2022 silam.
Berdasarkan perdagangan di bursa energi berjangka Belanda (Dutch TTF) pada Selasa (28/10) waktu setempat, kontrak gas alam berjangka bulan depan dilaporkan melonjak lebih dari 4 persen hingga menyentuh angka 100,9 euro per megawatt-jam (MWh).
Angka fantastis ini menandai kali pertama acuan harga gas Eropa tersebut melampaui level psikologis 100 euro sejak Desember 2022, ketika pasar energi dunia terguncang hebat akibat meletusnya perang di Ukraina.
Lonjakan harga yang masif ini merefleksikan kerentanan struktural ekonomi Eropa terhadap dinamika geopolitik global mengingat tingkat ketergantungan pasokan energi dari luar negeri yang sangat tinggi.
Catatan pasar menunjukkan bahwa sebelum eskalasi konflik di kawasan yang melibatkan Iran pada awal tahun ini, harga kontrak berjangka TTF sempat stabil di kisaran 30 euro per MWh. Artinya, nilai komoditas energi tersebut kini telah meroket lebih dari tiga kali lipat dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Tren kenaikan harga yang agresif ini semakin tak terkendali seiring dengan kepanikan pasar dalam mempercepat proses pengisian cadangan energi menjelang datangnya musim dingin.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab