Runtut.com

Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić

Gerakan mahasiswa Serbia melalui Student List memenangkan pemilu parlemen 2026 dan mengakhiri dominasi politik Aleksandar Vučić setelah protes antikorupsi.

3 menit baca
1
Para mahasiswa Universitas Beograd melakukan protes saat Presiden Serbia Aleksandar Vucic menggelar konferensi pers di depan
Para mahasiswa Universitas Beograd melakukan protes saat Presiden Serbia Aleksandar Vucic menggelar konferensi pers di depan kantornya di Beograd, Serbia, pada 11 Desember 2024. — REUTERS/Marko Djurica

SERBIA – Gerakan yang berawal dari tuntutan keadilan atas tragedi infrastruktur kini menjadi kekuatan politik pemenang pemilu di Serbia. Kandidat yang didukung gerakan mahasiswa, Student List, unggul dalam pemilihan parlemen pada Minggu (25/10/2026), mengakhiri dominasi politik Presiden Aleksandar Vučić yang telah berlangsung sejak 2014. Kemenangan tersebut menjadi puncak dari hampir dua tahun demonstrasi yang menyoroti dugaan korupsi dan persoalan tata kelola pemerintahan.

Berdasarkan penghitungan yang hampir rampung, Student List meraih sekitar 52,7 persen suara dan diproyeksikan memperoleh 139 dari 250 kursi parlemen. Sementara itu, koalisi yang dipimpin Partai Progresif Serbia (SNS) memperoleh sekitar 39,2 persen suara atau 97 kursi. Vučić mengakui kekalahan tersebut pada Minggu malam. Hasil ini menjadi pukulan politik besar bagi pemimpin yang mendominasi pemerintahan Serbia selama lebih dari satu dekade.

Akar gerakan mahasiswa tersebut bermula dari tragedi runtuhnya kanopi beton di Stasiun Kereta Novi Sad pada 1 November 2024. Sebanyak 16 orang meninggal dalam insiden itu. Tragedi tersebut memicu kemarahan publik, terutama setelah muncul tuntutan agar pemerintah membuka informasi mengenai tanggung jawab dan proses pembangunan infrastruktur yang mengalami keruntuhan.

Demonstrasi kemudian berkembang melampaui tuntutan awal. Mahasiswa menyoroti dugaan korupsi, lemahnya akuntabilitas pejabat, dan persoalan demokrasi di bawah pemerintahan Vučić. Mereka juga menuntut penyelidikan yang transparan serta pertanggungjawaban pihak-pihak yang dinilai berkaitan dengan tragedi tersebut.

Seiring waktu, gerakan itu memperoleh dukungan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk akademisi, dokter, petani, pekerja profesional, dan kalangan seni. Dukungan tersebut memperluas basis gerakan dari lingkungan kampus menjadi gerakan sosial lintas kelompok. Mahasiswa kemudian mendorong kandidat melalui Student List, daftar calon parlemen yang diseleksi melalui mekanisme kolektif dalam majelis mahasiswa.

Strategi tersebut mengubah demonstrasi menjadi persaingan melalui jalur elektoral. Gerakan mahasiswa tidak lagi hanya menyuarakan tuntutan di jalanan, tetapi juga menawarkan kandidat untuk mengisi lembaga legislatif. Pendekatan ini memberi pemilih alternatif terhadap partai politik yang selama ini mendominasi pemerintahan.

Meski demikian, kemenangan pemilu belum otomatis menyelesaikan persoalan politik Serbia. Gerakan yang didukung mahasiswa masih harus menentukan calon perdana menteri, menyusun kabinet, dan memperoleh persetujuan parlemen untuk membentuk pemerintahan. Mereka juga menghadapi tuntutan masyarakat mengenai pemberantasan korupsi, reformasi institusi, dan pemulihan kepercayaan publik.

Di bidang luar negeri, pemerintahan baru perlu menentukan arah hubungan Serbia dengan Uni Eropa, Rusia, dan Tiongkok. Tantangan tersebut memperlihatkan bahwa memenangkan pemilu merupakan tahap awal, sedangkan membangun pemerintahan yang efektif membutuhkan kebijakan, konsolidasi politik, dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Kemenangan Student List menunjukkan bahwa gerakan sosial dapat berkembang menjadi kekuatan elektoral ketika mampu memperluas dukungan publik. Namun, ukuran keberhasilan berikutnya terletak pada kemampuan para kandidat terpilih menerjemahkan tuntutan perubahan menjadi kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes
Internasional

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes

Pemerintah Azerbaijan memperketat aturan seragam sekolah berbasis sekularisme. Pelanggar terancam sanksi tegas hingga pemecatan.

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions
Internasional

Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions

Como menjamu Manchester United di Liga Champions 2026/2027. Bermodal kemenangan atas Fiorentina, tim Cesc Fàbregas berpeluang menciptakan kejutan.

Ferdian Trikusuma· 5 hari lalu
PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti
Internasional

PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti

PSG mengalahkan Barcelona 4-2 di Liga Champions 2026/2027. Gol Vitinha dan Fabián Ruiz memastikan kemenangan sekaligus menghentikan rekor sempurna Blaugrana.

Ferdian Trikusuma· 5 hari lalu
Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap
Internasional

Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap

Aksi demonstrasi pada 17-18 Oktober 2026 berubah menjadi peristiwa kelam bagi Prancis. Ratusan aparat terluka, gedung-gedung pemerintahan diserbu.

Lusianti Dwi Cahyani· 6 hari lalu
Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?
Internasional

Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?

New York berencana menghentikan operasional kereta kuda Central Park setelah lebih dari 150 tahun. Rancangan Romanch’s Law dijadwalkan dipungut suara minggu ini

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Jembatan China–Korea Utara Resmi Dibuka Setelah Mangkrak 12 Tahun
Internasional

Jembatan China–Korea Utara Resmi Dibuka Setelah Mangkrak 12 Tahun

Jembatan China–Korea Utara resmi beroperasi setelah tertunda 12 tahun. Infrastruktur ini membuka peluang peningkatan perdagangan dan konektivitas kedua negara.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu