Runtut.com
InternasionalBreaking News

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

3 menit baca
3
Wajah bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, terpampang pada botol-botol produk perusahaan minuman Dongpeng di sebuah
Wajah bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, terpampang pada botol-botol produk perusahaan minuman Dongpeng di sebuah toko di Dalian, Tiongkok. — Kohei Fujimura via Nikkei Asia

RUNTUT.COM – Bintang Real Madrid dan tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah pernyataannya yang menyebut figur pendiri Republik Rakyat Tiongkok, Mao Zedong, sebagai seorang "diktator" memicu gelombang protes massal, reaksi keras dari media pemerintah, hingga pemutusan kerja sama komersial senilai Rp544 milyar.

Kontroversi ini bermula dari potongan video wawancara awal yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Mbappe diminta merespons oleh media Prancis mengenai meme paling lucu yang menampilkan wajahnya. 

Mbappe pun menjawab, "Meme di mana wajah saya di-photoshop ke wajah diktator Tiongkok, Mao Zedong." Ia menambahkan, "Saya sering menggunakan meme itu saat bermain bersama teman-teman."

Komentar santai Mbappe yang menyebut gambar tersebut merujuk pada "seorang diktator Tiongkok" dengan cepat memicu kemarahan publik Tiongkok yang memandang Mao Zedong sebagai tokoh sejarah yang sangat dihormati dan sensitif.

Mbappe sendiri dikabarkan memang sering menjadi sasaran penyuntingan foto bertema "diktator" di media sosial.

Dampak dari pernyataan tersebut langsung terasa pada jaringan bisnis dan kemitraan komersial sang pemain. Sejumlah merek terkemuka Tiongkok, termasuk produsen minuman energi Dongpeng Beverage Group dan raksasa industri olahan susu Mengniu, langsung mengambil keputusan tegas untuk memutus kontrak sponsor dengan penyerang berusia 27 tahun tersebut. 

Perusahaan-perusahaan tersebut menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa mereka menolak segala bentuk tindakan atau ucapan yang mencederai perasaan warga Tiongkok.

Runtut.com
Pernyataan klarifikasi Mbappe di laman X — x.com/KMbappe

Berdasarkan estimasi Forbes, total pemasukan Mbappe musim ini menembus Rp1,8 triliun (US$100 juta), dengan perincian Rp1,27 triliun dari aktivitas sepak bola dan Rp544 miliar dari lini bisnis komersial. 

Walau demikian, angka potensi kehilangan pendapatan komersial sebesar Rp544 miliar itu masih berupa kalkulasi perkiraan. Pasalnya, tak ada satu pun korporasi asal Tiongkok yang merilis angka pasti dari kesepakatan sponsorship mereka bersama Mbappe. 

Tidak berhenti pada sektor swasta, penyiaran pertandingan sepak bola juga terkena imbas signifikan. Konglomerat media pemerintah China Media Group menghentikan penayangan siaran pertandingan kompetisi La Liga Spanyol serta menarik seluruh iklan yang menampilkan sosok Mbappe. 

Di platform media sosial seperti Weibo, tagar penolakan dan seruan boikot terhadap produk-produk yang mengusung bintang asal Prancis itu menduduki puncak daftar tren, diiringi kecaman luas dari kalangan pecinta sepak bola di negara tersebut.

Menanggapi eskalasi yang kian membesar, Mbappe merilis pernyataan tertulis yang disampaikan dalam tiga bahasa, yakni bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris. Ia mengakui bahwa komentarnya kurang bijaksana dan disampaikan tanpa pemahaman mendalam atas dampak kultural dan historis yang ditimbulkannya. 

Mbappe menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat untuk merendahkan siapa pun serta menyampaikan rasa hormat yang mendalam terhadap rakyat Tiongkok dan warisan sejarah mereka.

Pihak penyelenggara kompetisi La Liga Spanyol turut menyampaikan penyesalan atas polemik ini dan menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga hubungan kemitraan strategis dengan Tiongkok. 

Insiden ini sekali lagi menjadi pengingat berharga bagi para atlet dunia mengenai besarnya dampak sosial, ekonomi, dan geopolitik yang dapat dipicu oleh unggahan atau pernyataan publik di era komunikasi global.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim DinginBreaking
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 1 jam lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 1 jam lalu
Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?Breaking
Internasional

Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?

Kebuntuan Pemilu Israel memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan Gaza, konflik dengan Iran, dan hubungan diplomatik Israel dengan negara sekutunya.

Rani Masida· 2 jam lalu
Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama
Internasional

Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama

Setelah vakum selama 14 tahun, Indonesia dan Tiongkok resmi memulihkan kerja sama militer lewat latihan antiteror bersama "Sharp Knife 2026"

Rani Masida· 1 hari lalu
Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić
Internasional

Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić

Gerakan mahasiswa Serbia melalui Student List memenangkan pemilu parlemen 2026 dan mengakhiri dominasi politik Aleksandar Vučić setelah protes antikorupsi.

Rani Masida· 2 hari lalu
Perbatasan Korea Memanas, Moncong Artileri Korut Terpantau Jelas dari Korsel
Internasional

Perbatasan Korea Memanas, Moncong Artileri Korut Terpantau Jelas dari Korsel

Eskalasi militer di perbatasan Korea kembali memanas seiring penampakan artileri swagerak Pyongyang yang disiagakan terbuka di Kaepung.

Rani Masida· 4 hari lalu