Runtut.com

Perbatasan Korea Memanas, Moncong Artileri Korut Terpantau Jelas dari Korsel

Eskalasi militer di perbatasan Korea kembali memanas seiring penampakan artileri swagerak Pyongyang yang disiagakan terbuka di Kaepung.

2 menit baca
Tentara Korea Utara melakukan latihan artileri swagerak di wilayah perbatasan pesisir Kabupaten Kaepung, Provinsi Hwanghae,
Tentara Korea Utara melakukan latihan artileri swagerak di wilayah perbatasan pesisir Kabupaten Kaepung, Provinsi Hwanghae, Korea Utara, sebagaimana terlihat dari Observatorium Aegibong di Gimpo, Provinsi Gyeonggi, pada tanggal 25 Oktober. — via SBS News

KOREA SELATAN – Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali naik setelah Korea Utara mengirimkan surat ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 Oktober 2026. Surat itu berisi tuduhan bahwa Korea Selatan telah merekayasa insiden ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan (DMZ) yang terjadi September lalu. 

Atas situasi tersebut, tentara Korea Utara melakukan latihan artileri swagerak di wilayah perbatasan pesisir Kaepung, Korea Utara, sebagaimana terlihat dari Observatorium Aegibong di Gimpo, Korea Selatan pada hari yang sama. 

Laporan dari SBS News dan Reuters menunjukkan moncong-moncong alutsista tersebut mengarah tepat ke selatan. Di atas badan pelindung artileri itu, tertera slogan “Musnahkan Imperialis AS, Musuh Rakyat Korea!” yang menegaskan eskalasi konflik kedua negara.

Penempatan perangkat militer secara terbuka di zona demarkasi ini menandai pergeseran yang tidak biasa. Biasanya, unit artileri ditempatkan tersembunyi di balik lereng atau pegunungan untuk menghindari deteksi musuh. Para pengamat menilai langkah tersebut bukan sekadar rutinitas pertahanan, melainkan bentuk unjuk kekuatan yang disengaja.

Lim Eul-chul, profesor di Universitas Kyungnam, Seoul, menyebutkan bahwa Pyongyang sedang mengirim sinyal melalui tindakan nyata. Langkah ini dibaca sebagai upaya menegaskan kebijakan perbatasan dengan pendekatan militer, sekaligus memperingatkan Seoul agar berhati-hati dalam memicu gesekan di wilayah perbatasan.

“Dengan sengaja memamerkannya, Korea Utara memberi sinyal melalui tindakan ini, bukan hanya kata-kata. Bahwa mereka berniat mempertahankan perbatasannya menggunakan kekuatan, alih-alih melalui dialog atau negosiasi,” ungkapnya dikutip dari The Standard. 

Ketegangan militer di lapangan ini berbanding lurus dengan memanasnya diskursus diplomatik di PBB. Dalam suratnya ke Dewan Keamanan, Korea Utara mengklaim tuduhan Seoul soal ranjau darat sengaja direkayasa demi mendiskreditkan proyek pembangunan pagar dan penguatan perbatasan yang tengah mereka kerjakan. 

Sebaliknya, pihak Korea Selatan dan Komando PBB bersikeras bahwa ranjau darat tersebut dipasang oleh tentara utara hingga melanggar Perjanjian Gencatan Senjata Perang Korea. 

Bahkan, militer Korea Selatan mencatat ratusan suara ledakan di sepanjang perbatasan tahun ini yang diyakini berasal dari aktivitas pembersihan dan pembangunan jalur taktis pihak Korea Utara.

Saling lempar tudingan ini semakin memperlihatkan rapuhnya stabilitas di garis demarkasi yang membelah semenanjung. Di tengah ketidakpercayaan yang mengakar kuat, ruang dialog antar-pemerintah praktis tertutup dan menyisakan kewaspadaan tinggi dari kedua belah pihak. 

Militer Korea Selatan kini meningkatkan kapasitas intelijen, pengamatan, dan pengintaian (ISR) di wilayah perbatasan barat untuk mengantisipasi potensi provokasi lanjutan.

Kendati Kementerian Unifikasi di Seoul menyatakan tetap membuka pintu dialog demi meredakan ketegangan, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa eskalasi militer dapat tersulut kapan saja oleh insiden sekecil apa pun.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer BersamaBreaking
Internasional

Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama

Setelah vakum selama 14 tahun, Indonesia dan Tiongkok resmi memulihkan kerja sama militer lewat latihan antiteror bersama "Sharp Knife 2026"

Rani Masida· 1 jam lalu
Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić
Internasional

Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić

Gerakan mahasiswa Serbia melalui Student List memenangkan pemilu parlemen 2026 dan mengakhiri dominasi politik Aleksandar Vučić setelah protes antikorupsi.

Rani Masida· 14 jam lalu
Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes
Internasional

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes

Pemerintah Azerbaijan memperketat aturan seragam sekolah berbasis sekularisme. Pelanggar terancam sanksi tegas hingga pemecatan.

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions
Internasional

Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions

Como menjamu Manchester United di Liga Champions 2026/2027. Bermodal kemenangan atas Fiorentina, tim Cesc Fàbregas berpeluang menciptakan kejutan.

Ferdian Trikusuma· 6 hari lalu
PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti
Internasional

PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti

PSG mengalahkan Barcelona 4-2 di Liga Champions 2026/2027. Gol Vitinha dan Fabián Ruiz memastikan kemenangan sekaligus menghentikan rekor sempurna Blaugrana.

Ferdian Trikusuma· 6 hari lalu
Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap
Internasional

Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap

Aksi demonstrasi pada 17-18 Oktober 2026 berubah menjadi peristiwa kelam bagi Prancis. Ratusan aparat terluka, gedung-gedung pemerintahan diserbu.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu