Runtut.com

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

3 menit baca
8
Runtut.com
Ilustrasi Donald Trum dan Xi Jinping — Getty Images/@China Pool

AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat (AS) dan China membahas pembentukan mekanisme komunikasi khusus untuk memperingatkan kedua negara apabila terjadi insiden kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi berkembang menjadi ancaman keamanan nasional.

Pembahasan tersebut dilakukan menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026.

Usulan mekanisme tersebut disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent setelah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York pada 20 September 2026. Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian dialog persiapan menjelang pertemuan tingkat tinggi kedua pemimpin negara.

Bessent menjelaskan, kedua pihak membahas kemungkinan membangun forum dialog baru mengenai AI, termasuk sistem notifikasi bersama apabila muncul kejadian terkait AI yang dinilai memiliki dampak terhadap keamanan nasional.

Mekanisme tersebut diharapkan menjadi jalur komunikasi agar kedua negara dapat bertukar informasi mengenai risiko teknologi yang berkembang cepat.

“Kami berpikir bahwa, seperti aktivitas lintas batas lainnya, perpindahan dari kondisi yang tidak transparan menuju transparansi yang lebih besar antara kekuatan AI nomor satu dan nomor dua di dunia sangat penting,” ujar Bessent, dikutip dari The Straits Times, Senin (21/9/2026).

Pembahasan mengenai kerja sama AI antara Washington dan Beijing sebelumnya telah muncul saat Trump dan Xi bertemu di Beijing pada Mei 2026. Namun, hingga kini forum khusus terkait AI tersebut belum resmi dibentuk.

George Chen, partner sekaligus ketua praktik digital di konsultan The Asia Group, menyebut dialog antara kedua negara masih membutuhkan proses panjang.

Menurutnya, keberlanjutan pembahasan menjadi langkah awal untuk membicarakan isu yang lebih kompleks, seperti penggunaan AI dalam bidang militer, prinsip keselamatan teknologi, perlindungan infrastruktur penting, serta pencegahan serangan siber.

Di sisi lain, upaya membangun kerja sama AI menghadapi tantangan akibat ketegangan hubungan AS-China. Beijing sebelumnya menilai sejumlah kebijakan Washington terkait pembatasan teknologi sebagai langkah yang dapat menghambat perkembangan industri AI China.

Anggota DPR AS Ro Khanna juga mendorong agar pembahasan keselamatan AI menghasilkan prinsip internasional yang lebih luas. Ia mengusulkan pembatasan terhadap teknologi AI yang mampu meningkatkan kemampuannya sendiri secara berulang serta pencegahan penyalahgunaan AI untuk mendukung pengembangan senjata biologis dan nuklir.

Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan isu pembatasan ekspor cip AI canggih dan peralatan manufaktur semikonduktor tidak termasuk dalam agenda mekanisme dialog AI tersebut.

Selain membahas teknologi, pertemuan Bessent dan He turut membicarakan hubungan perdagangan kedua negara. Kedua pihak membahas rencana pengoperasian proses yang disepakati sebelumnya untuk mengidentifikasi kemungkinan pengurangan tarif terhadap sejumlah barang yang tidak termasuk kategori strategis.

AS menyebut beberapa produk konsumen dan barang berteknologi rendah dari China berpotensi masuk dalam pembahasan perdagangan, sementara Washington dapat memasok energi, produk pertanian, serta perangkat medis.

Namun, sejumlah persoalan perdagangan yang sebelumnya dibahas antara Trump dan Xi, seperti komitmen pembelian produk pertanian AS serta pasokan mineral kritis, belum mendapatkan perkembangan terbaru.

Pembahasan AI menjadi salah satu isu strategis dalam hubungan AS-China di tengah persaingan teknologi global. Kedua negara kini menghadapi tantangan untuk menjaga perkembangan AI tetap berjalan, sekaligus memastikan teknologi tersebut tidak meningkatkan risiko keamanan internasional.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 10 jam lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 12 jam lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 1 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 1 hari lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?
Internasional

Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?

Kebuntuan Pemilu Israel memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan Gaza, konflik dengan Iran, dan hubungan diplomatik Israel dengan negara sekutunya.

Rani Masida· 1 hari lalu