Runtut.com

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

3 menit baca
2
Cetak Sejarah, Gerakan Mahasiswa Kalahkan Partai Petahana di Pemilu Serbia
Cetak Sejarah, Gerakan Mahasiswa Kalahkan Partai Petahana di Pemilu Serbia — Foto: BBC

Runtut.com – Gelombang protes besar yang dipelopori oleh gerakan mahasiswa di Serbia akhirnya mencatatkan sejarah baru dengan meruntuhkan rezim otokratis Aleksandar Vučić yang telah mencengkeram kekuasaan selama 14 tahun.

Kejatuhan rezim ini dipastikan setelah Vučić secara resmi mengakui kekalahan partai penguasa, SNS, dalam Pemilu Parlemen sela dari sebuah aliansi independen bernama Student List.

Gerakan massa yang berlangsung hampir selama dua tahun ini berakar dari kemarahan publik atas tragedi runtuhnya kanopi beton stasiun kereta api di Kota Novi Sad pada November 2024.

Insiden berdarah yang merenggut 16 nyawa tersebut dipandang oleh masyarakat bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cerminan nyata dari bobroknya infrastruktur, korupsi proyek, dan kelalaian akut di tubuh pemerintahan.

Kemarahan atas Tragedi Novi Sad itu dengan cepat menjelma menjadi gerakan pembangkangan sipil berskala nasional yang terus menekan rezim tanpa henti.

Raih 52% suara parlemen, Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu ini sekaligus menjadi
Raih 52% suara parlemen, Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu ini sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa. — Foto: Facebook

Puncak Peristiwa & Pergeseran Kekuasaan

Tekanan publik yang tak kunjung surut akhirnya memaksa Vučić menyerah dan mundur dari kursi kepresidenan pada September 2026 demi menggelar pemilu parlemen sela.

Dalam pemilu tersebut, antusiasme masyarakat Serbia mencapai puncaknya hingga mencatatkan angka partisipasi pemilih mendekati 70 persen, sebuah rekor tertinggi yang belum pernah terjadi lagi sejak runtuhnya Yugoslavia pada tahun 1992.

Kejutan besar terjadi ketika aliansi Student List—yang didukung oleh kombinasi mahasiswa, akademisi, dokter, aktor, hingga petani—berhasil meraup kemenangan mutlak dengan perolehan suara mencapai 52,7 persen.

Kemenangan bersejarah ini menyalakan harapan baru bagi publik, di mana para pengamat memprediksi akan terjadi pembersihan dan reformasi total terhadap para loyalis rezim lama yang selama ini mengakar kuat di tubuh kepolisian, kementerian, media publik, serta lembaga keamanan negara.

Kendati sebagian besar aksi unjuk rasa berjalan damai, ledakan emosi dan ketegangan sempat pecah di jalanan ibu kota Belgrade sesaat setelah hasil pemilu diumumkan.

Di tengah euforia kemenangan, massa yang meluapkan emosinya merobohkan pagar besi dan menghancurkan kamp tenda pro-pemerintah bernama "Ćaciland" yang telah berdiri selama 18 bulan di Taman Pionir, depan gedung Parlemen Serbia.

Dampak Sosial dan Geopolitik

  • Eforia Massa di Jalanan: Puluhan ribu warga merayakan kebebasan politik dengan memadati alun-alun kota Belgrade, Novi Sad, dan Niš, diiringi musik tiup tradisional dan pawai kendaraan.

  • Ketidakpastian Arah Pemerintahan Baru: Karena Student List diisi oleh figur-figur non-politikus (dipimpin ahli jantung Ilija Srdanović), publik masih meraba-raba bagaimana mereka akan mengelola pemerintahan dan menjaga keseimbangan hubungan luar negeri Serbia. Pemerintahan baru kini dihadapkan pada dilema geopolitik yang ditinggalkan Vučić, yaitu menjaga hubungan dengan Rusia (pemasok gas alam) dan China (investor besar), sembari tetap merapat ke Uni Eropa sebagai mitra dagang utama.

Mereka harus menyusun langkah strategis guna menavigasi dilema geopolitik Serbia yang sangat rumit, yaitu menjaga keseimbangan hubungan diplomatik dengan Rusia sebagai pemasok energi utama dan China sebagai investor besar, sembari tetap memelihara proses integrasi dengan Uni Eropa yang merupakan mitra dagang terpenting bagi negara tersebut.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim DinginBreaking
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 7 menit lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot TiongkokBreaking
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 17 menit lalu
Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?Breaking
Internasional

Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?

Kebuntuan Pemilu Israel memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan Gaza, konflik dengan Iran, dan hubungan diplomatik Israel dengan negara sekutunya.

Rani Masida· 1 jam lalu
Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama
Internasional

Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama

Setelah vakum selama 14 tahun, Indonesia dan Tiongkok resmi memulihkan kerja sama militer lewat latihan antiteror bersama "Sharp Knife 2026"

Rani Masida· 1 hari lalu
Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić
Internasional

Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić

Gerakan mahasiswa Serbia melalui Student List memenangkan pemilu parlemen 2026 dan mengakhiri dominasi politik Aleksandar Vučić setelah protes antikorupsi.

Rani Masida· 2 hari lalu
Perbatasan Korea Memanas, Moncong Artileri Korut Terpantau Jelas dari Korsel
Internasional

Perbatasan Korea Memanas, Moncong Artileri Korut Terpantau Jelas dari Korsel

Eskalasi militer di perbatasan Korea kembali memanas seiring penampakan artileri swagerak Pyongyang yang disiagakan terbuka di Kaepung.

Rani Masida· 4 hari lalu