Runtut.com

Mengeja Negeri Waktu Dini Hari

Mengarungi sunyi dan remah cemas yang tumpah pada keheningan jam 1 pagi. Kumpulan puisi 'Mengeja Negeri Waktu Dini Hari' karya Nurul Hidayah.

2 menit baca
1
Menenun bayang di ruang kedap, merawat cemas yang lahir dini hari.
Menenun bayang di ruang kedap, merawat cemas yang lahir dini hari. — Sumber: pexels.com
— dok. REUTERS
— dok. REUTERS

Bagaimana Mungkin?

bagaimana mungkin

langit lebih dulu menguning

daripada seonggok tahi

yang kubuang tadi pagi

bagaimana mungkin

yang paling busuk

rupanya bukan ampas di jamban,

melainkan tangan yang melempar api;

lalu menuduh kemarau panjang

Magelang, 2026

Secangkir Kopi untuk Buruh Tani

Pak ... berapa harga lelahmu hari ini?

bermandikan keringat, menanam janji

saban pagi datang untuk mengasuh

memberi makan pada bayi kehidupan

tiap terik:

menyisihkan waktu tuk’ menepi

di saung sibuk menakar mimpi

yang barangkali bisa dibayar dengan secangkir kopi

"Pak ... berapa harga lelahmu hari ini?" tanya angin lewat

hening.

padi asyik bergoyang

sudah tahu harga dirinya jatuh

sejak tubuhnya direngkuh hama yang enggan pergi.

Magelang, 2026

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua