Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!
3. Amerika Serikat Menghimbau Kesiapsiagaan Rumah Tangga
Pemerintah Amerika Serikat melalui Federal Emergency Management Agency (FEMA) mendorong masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat untuk menghadapi bencana dan gangguan layanan publik.
Risiko yang diantisipasi mencakup badai tropis, banjir, badai musim dingin, kebakaran hutan, pemadaman listrik berskala luas, serta keadaan darurat lain yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Bencana tersebut dapat menyebabkan masyarakat terisolasi, memutus pasokan listrik dan air bersih, serta menghambat distribusi barang akibat kerusakan atau penutupan akses jalan.
Di wilayah yang mengalami suhu ekstrem, pemadaman listrik juga dapat mengganggu sistem pemanas ruangan dan meningkatkan risiko kesehatan. Persediaan mandiri membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sembari menunggu layanan darurat dan distribusi bantuan kembali berjalan.
Oleh karena itu, FEMA menganjurkan masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat untuk menghadapi keadaan ketika bantuan belum dapat segera dijangkau. Persediaan tersebut meliputi:
Kebutuhan dasar: Menyediakan sekitar satu galon atau 3,8 liter air per orang per hari untuk kebutuhan minum dan sanitasi dasar, serta persediaan makanan tahan lama untuk sedikitnya tiga hari.
Peralatan darurat: Menyiapkan senter, radio penerima informasi cuaca darurat, baterai cadangan, peluit untuk meminta pertolongan, serta peralatan yang diperlukan untuk mematikan saluran gas atau air apabila terjadi kebocoran dan situasi mengharuskannya.
Dokumen dan informasi wilayah: Menyimpan salinan dokumen penting dalam wadah kedap air, menyiapkan peta wilayah dalam bentuk cetak untuk mengantisipasi gangguan GPS atau internet, serta menyediakan obat-obatan dan kacamata cadangan jika diperlukan.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab