Runtut.com

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

4 menit baca
Runtut.com
Inggris, Jepang, dan AS mengimbau warga menyiapkan stok makanan darurat untuk menghadapi bencana, pemadaman listrik, dan gangguan layanan publik. — Getty Images/@Gregory Dziedzic

2. Jepang Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana

Jepang menghadapi risiko bencana alam yang tinggi karena berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik. Pemerintah setempat terus memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana untuk mengantisipasi gempa bumi berskala besar, termasuk potensi gempa di Palung Nankai (Nankai Trough) dan gempa yang berpusat di bawah wilayah metropolitan Tokyo.

Gempa bumi berskala besar berpotensi merusak bangunan, mengganggu jaringan transportasi, memutus aliran listrik dan air bersih, serta menghambat distribusi bahan pangan dan kebutuhan pokok.

Dalam kondisi tersebut, bantuan pemerintah dan layanan darurat mungkin tidak dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara bersamaan. Persediaan mandiri menjadi penting untuk membantu masyarakat bertahan selama masa tanggap darurat awal.

Masyarakat Jepang dianjurkan menyiapkan kebutuhan dasar untuk beberapa hari. Dalam sejumlah panduan kesiapsiagaan, persediaan selama tiga hari menjadi kebutuhan awal, sedangkan persediaan hingga tujuh hari dapat dipertimbangkan untuk menghadapi bencana berskala besar.

Perlengkapan yang perlu disiapkan meliputi:

  1. Persediaan pangan dan air: Menyediakan makanan instan, makanan kaleng, air minum, dan kebutuhan pokok lain untuk setiap anggota keluarga.

  2. Perlengkapan sanitasi: Menyiapkan perlengkapan P3K, obat-obatan pribadi, serta kantong toilet darurat (emergency toilet kit) untuk mengantisipasi gangguan sistem pembuangan limbah dan pasokan air.

  3. Kesiapsiagaan rumah tangga: Memeriksa kondisi bangunan, mengamankan perabotan berat agar tidak mudah roboh, serta menentukan jalur evakuasi dan lokasi berkumpul yang aman.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di KambojaBreaking
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 5 jam lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 23 jam lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot TiongkokBreaking
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 23 jam lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 23 jam lalu
Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?
Internasional

Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?

Kebuntuan Pemilu Israel memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan Gaza, konflik dengan Iran, dan hubungan diplomatik Israel dengan negara sekutunya.

Rani Masida· 1 hari lalu
Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama
Internasional

Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama

Setelah vakum selama 14 tahun, Indonesia dan Tiongkok resmi memulihkan kerja sama militer lewat latihan antiteror bersama "Sharp Knife 2026"

Rani Masida· 2 hari lalu