Runtut.com

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

4 menit baca
Runtut.com
Inggris, Jepang, dan AS mengimbau warga menyiapkan stok makanan darurat untuk menghadapi bencana, pemadaman listrik, dan gangguan layanan publik. — Getty Images/@Gregory Dziedzic

RUNTUT.COM – Imbauan kepada masyarakat di Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat untuk menyiapkan persediaan makanan serta kebutuhan darurat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan gangguan layanan publik. Kebijakan tersebut tidak serta-merta menandakan ancaman perang atau krisis global dalam waktu dekat.

Meski memicu spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan konflik global, ketiga negara memiliki pertimbangan berbeda dalam menyusun panduan kesiapsiagaan. Ancaman bencana alam, gangguan infrastruktur, dan terputusnya layanan dasar menjadi sejumlah risiko yang diantisipasi pemerintah masing-masing.

1. Inggris Serukan Kampanye Kesiapsiagaan Be Ready

Pemerintah Inggris melalui Cabinet Office mendorong masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat. Ancaman yang diantisipasi mencakup cuaca ekstrem, banjir, badai, gangguan teknologi, serangan siber, hingga kerusakan infrastruktur penting.

Ketergantungan masyarakat terhadap listrik, internet, telekomunikasi, dan sistem pembayaran elektronik juga menjadi perhatian. Gangguan infrastruktur tersebut dapat menyebabkan pemadaman listrik, terhentinya pasokan air bersih, terganggunya jaringan komunikasi, hingga tidak berfungsinya layanan pembayaran elektronik dan mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Karena itu, masyarakat didorong memiliki persediaan mandiri agar dapat memenuhi kebutuhan dasar ketika bantuan atau layanan publik belum dapat diakses.

Masyarakat dianjurkan menyiapkan kebutuhan darurat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama tiga hari atau 72 jam. Persediaan yang perlu disiapkan meliputi:

  1. Air minum dan makanan: Menyediakan air minum yang cukup untuk setiap anggota keluarga serta makanan tahan lama yang dapat dikonsumsi tanpa dimasak atau disimpan di lemari pendingin.

  2. Komunikasi dan transaksi: Menyiapkan radio bertenaga baterai atau radio putar manual, baterai cadangan, pengisi daya portabel (power bank), senter, uang tunai, serta catatan nomor telepon penting.

  3. Kesehatan dan sanitasi: Menyediakan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), persediaan obat pribadi, pembersih tangan, tisu basah, serta perlengkapan khusus untuk bayi dan hewan peliharaan jika diperlukan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 6 jam lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 1 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 1 hari lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?
Internasional

Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?

Kebuntuan Pemilu Israel memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan Gaza, konflik dengan Iran, dan hubungan diplomatik Israel dengan negara sekutunya.

Rani Masida· 1 hari lalu
Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama
Internasional

Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama

Setelah vakum selama 14 tahun, Indonesia dan Tiongkok resmi memulihkan kerja sama militer lewat latihan antiteror bersama "Sharp Knife 2026"

Rani Masida· 2 hari lalu