Runtut.com

Niamey Mencekam, Serangan ke Istana Presiden dan Pangkalan Militer Picu Ketegangan Baru

Situasi keamanan Niger memanas setelah serangan diduga dilakukan kelompok tentara terhadap fasilitas strategis di Niamey, termasuk istana presiden.

3 menit baca
5
Runtut.com
Ilustrasi kerusuhan massa di Nigeria — Getty Images/@Kola Sulaimon

NIGERIA – Situasi keamanan di ibu kota Niger, Niamey, memanas setelah suara tembakan dan ledakan terdengar di sejumlah kawasan strategis, termasuk sekitar Istana Kepresidenan dan pangkalan militer, Sabtu (29/8/2026) dini hari waktu setempat. Kelompok yang diduga berasal dari dalam tubuh angkatan bersenjata dilaporkan berupaya menyerang fasilitas negara tersebut.

Serangan tersebut menyasar Kompleks Istana Kepresidenan dan Pangkalan 101 yang berada di sekitar Bandara Internasional Diori Hamani. Aparat keamanan Niger menyatakan pasukan pengawal presiden berhasil memukul mundur kelompok penyerang dan mengendalikan kondisi di lokasi. Namun, informasi mengenai identitas pelaku, motif serangan, jumlah korban, serta tingkat kerusakan belum disampaikan secara resmi.

Sumber keamanan yang dikutip AFP menyebutkan, pasukan pengamanan presiden berhasil mengamankan area Kompleks Istana Kepresidenan setelah terjadi baku tembak. Sementara itu, anggota Dewan Konsultatif Niger, Bana Wagana Ibrahim, membenarkan adanya serangan terhadap Pangkalan 101 dan menyatakan aparat pertahanan serta keamanan telah kembali menguasai situasi.

Pemerintah Niger meminta masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. Militer juga mengimbau warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di tengah terbatasnya akses informasi mengenai perkembangan situasi.

Ketegangan tersebut turut berdampak pada layanan informasi publik. Tele Sahel, stasiun televisi nasional Niger, sempat berhenti mengudara setelah laporan mengenai suara tembakan muncul di beberapa wilayah Niamey. Siaran melalui satelit dan platform daring dilaporkan berubah menjadi layar hitam sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Gangguan terhadap media nasional membuat masyarakat menghadapi keterbatasan memperoleh informasi langsung mengenai kondisi keamanan. Pada saat bersamaan, sejumlah rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan lapis baja berada di sekitar kawasan bandara. Keaslian seluruh rekaman tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Insiden ini menambah daftar persoalan keamanan yang dihadapi Niger sepanjang 2026. Negara di kawasan Sahel tersebut selama beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman kelompok bersenjata serta ketidakstabilan politik. Beberapa serangan sebelumnya dikaitkan dengan kelompok seperti ISIS in the Sahel dan Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM).

Niger bersama Mali dan Burkina Faso menjadi bagian dari kawasan Sahel yang mengalami peningkatan tantangan keamanan. Ketiga negara tersebut saat ini berada di bawah pemerintahan junta militer setelah mengalami perubahan politik melalui pengambilalihan kekuasaan oleh militer dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, hingga Sabtu, aparat Niger menyatakan kondisi di Niamey telah berada dalam kendali. Pemerintah belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai langkah penanganan setelah insiden tersebut, termasuk penyelidikan terhadap kelompok yang diduga terlibat.

Peristiwa ini kembali menunjukkan kompleksitas situasi keamanan Niger yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika internal militer hingga ancaman kelompok bersenjata di kawasan Sahel. Perkembangan selanjutnya masih menunggu informasi resmi terkait penyebab dan dampak dari serangan terhadap fasilitas strategis negara tersebut.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama
Internasional

Setelah 14 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Kembali Gelar Latihan Militer Bersama

Setelah vakum selama 14 tahun, Indonesia dan Tiongkok resmi memulihkan kerja sama militer lewat latihan antiteror bersama "Sharp Knife 2026"

Rani Masida· 1 hari lalu
Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić
Internasional

Sejarah Perlawanan Mahasiswa Serbia dalam Mengguncang Dominasi Aleksandar Vučić

Gerakan mahasiswa Serbia melalui Student List memenangkan pemilu parlemen 2026 dan mengakhiri dominasi politik Aleksandar Vučić setelah protes antikorupsi.

Rani Masida· 1 hari lalu
Perbatasan Korea Memanas, Moncong Artileri Korut Terpantau Jelas dari Korsel
Internasional

Perbatasan Korea Memanas, Moncong Artileri Korut Terpantau Jelas dari Korsel

Eskalasi militer di perbatasan Korea kembali memanas seiring penampakan artileri swagerak Pyongyang yang disiagakan terbuka di Kaepung.

Rani Masida· 3 hari lalu
Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes
Internasional

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes

Pemerintah Azerbaijan memperketat aturan seragam sekolah berbasis sekularisme. Pelanggar terancam sanksi tegas hingga pemecatan.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions
Internasional

Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions

Como menjamu Manchester United di Liga Champions 2026/2027. Bermodal kemenangan atas Fiorentina, tim Cesc Fàbregas berpeluang menciptakan kejutan.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti
Internasional

PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti

PSG mengalahkan Barcelona 4-2 di Liga Champions 2026/2027. Gol Vitinha dan Fabián Ruiz memastikan kemenangan sekaligus menghentikan rekor sempurna Blaugrana.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu