Runtut.com

Raja Tooro Oyo Nyimba Wafat di Usia 34 Tahun Setelah Hampir Tiga Dekade Bertahta

Raja Tooro Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV meninggal dunia pada usia 34 tahun. Uganda berduka atas kepergian pemimpin tradisional tersebut.

3 menit baca
5
Runtut.com
Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV saat menghadiri salah satu agenda Kerajaan Tooro. Sosoknya dikenal sebagai simbol budaya masyarakat Uganda. — Getty Images/@Roberto Schmidt

UGANDA – Raja Kerajaan Tooro, Omukama Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, meninggal dunia pada usia 34 tahun. Kepergian pemimpin tradisional Uganda tersebut mengakhiri perjalanan hampir tiga dekade kepemimpinannya sejak naik takhta saat masih berusia tiga tahun.

Kabar wafatnya Raja Oyo disampaikan keluarga Kerajaan Tooro pada Kamis (27/8/2026) malam waktu setempat. Perdana Menteri Kerajaan Tooro Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki menyebut sang raja meninggal sekitar pukul 22.00 waktu setempat setelah sebelumnya menjalani perawatan medis di Amerika Serikat. Penyebab kematian Raja Oyo belum diumumkan kepada publik.

“Dengan kesedihan yang mendalam dan hati yang berat, saya mengumumkan wafatnya Yang Mulia Omukama dari Tooro, Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV,” ujar Akiiki melalui unggahan di X.

Wafatnya Raja Oyo menjadi duka bagi masyarakat Tooro dan Uganda. Keluarga kerajaan menyampaikan bahwa kepergian sang raja merupakan kehilangan besar bagi masyarakat yang berada dalam naungan Kerajaan Tooro. Masyarakat juga diimbau menjaga ketenangan, persatuan, dan mengikuti proses masa berkabung sesuai tradisi kerajaan.

Kerajaan Tooro merupakan salah satu kerajaan tradisional yang berada di wilayah barat Uganda, dekat dengan perbatasan Republik Demokratik Kongo. Meski Uganda berbentuk republik dengan pemerintahan yang dipilih melalui pemilu, sejumlah kerajaan tradisional tetap mempertahankan peran sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat.

Raja Oyo lahir di Kampala pada 16 April 1992 dari pasangan Omukama Patrick Kaboyo III dan Ratu Ibu Best Kemigisa. Ia naik takhta pada 1995 setelah ayahnya meninggal dunia. Saat itu, usianya baru tiga tahun sehingga menjadikannya salah satu raja termuda di dunia yang berkuasa.

Penobatan tersebut menjadikan Oyo sebagai penguasa ke-13 Kerajaan Tooro yang memiliki sejarah sekitar 180 tahun. Selama hampir 30 tahun memimpin, peran Raja Oyo lebih banyak berkaitan dengan pelestarian budaya, identitas masyarakat, serta simbol persatuan komunitas Tooro.

Di tengah tugasnya sebagai pemimpin tradisional, Raja Oyo juga menempuh pendidikan di Inggris. Ia meraih gelar di bidang Manajemen Bisnis dan Hubungan Internasional dari University of Winchester. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari upayanya memahami tantangan masyarakat modern saat menjalankan peran sebagai pemimpin monarki tradisional.

Raja Oyo dikenal sebagai figur muda yang berupaya menjaga relevansi monarki Tooro di tengah perubahan zaman. Pemerintah Kerajaan Tooro sebelumnya menggambarkan usia muda sang raja sebagai kekuatan dalam menghadirkan perspektif baru bagi masyarakat.

Perdana Menteri Tooro menyatakan bahwa keberlangsungan takhta tetap terjamin karena Raja Oyo meninggalkan seorang ahli waris. Namun, identitas pewaris tersebut belum diumumkan secara resmi kepada publik. Kerajaan Tooro akan menyampaikan informasi terkait proses suksesi sesuai adat dan tradisi yang berlaku.

Meninggalnya Raja Oyo menandai berakhirnya era seorang pemimpin yang sejak kecil menjadi bagian dari sejarah Kerajaan Tooro. Meski memiliki kekuasaan politik yang terbatas dalam sistem pemerintahan Uganda, posisi raja tradisional tetap memiliki makna penting dalam menjaga warisan budaya dan hubungan sosial masyarakat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman
Internasional

Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman

Houthi berkembang dari gerakan politik Zaidi menjadi kekuatan militer Yaman yang kini berpengaruh di pesisir Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman
Internasional

Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman

Serangan Houthi ke dua bandara Saudi menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya. Koalisi Saudi kemudian mengklaim menghancurkan 82 target di Yaman.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu