Runtut.com

China Kerahkan Ratusan Personel Penyelamat Usai Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-Tibet

Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menyebabkan ratusan orang hilang. China mengerahkan tim penyelamat dan bantuan darurat.

3 menit baca
5
Runtut.com
Warga dan tim penyelamat setempat melakukan evakuasi korban banjir bandang di Nepal menggunakan alat berat di tengah kawasan yang dipenuhi lumpur dan material bencana. — Getty Images/@Prakash Mathema

CHINA - Pemerintah China mengerahkan tim penyelamat dan pejabat tinggi ke Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, wilayah Tibet, setelah banjir bandang dan longsor lumpur melanda kawasan perbatasan China-Nepal pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 150 orang meninggal dunia dan ratusan warga lainnya masih hilang.

Presiden China Xi Jinping memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya untuk mendukung operasi pencarian korban dan penanganan dampak bencana. Ia menunjuk Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing untuk memimpin sejumlah pejabat dari instansi terkait menuju lokasi terdampak guna mengarahkan proses penyelamatan.

“Berdasarkan instruksi penting Presiden Xi Jinping dan arahan Perdana Menteri Li Qiang, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing memimpin pejabat dari instansi terkait menuju lokasi bencana untuk memberikan arahan terhadap operasi penyelamatan dan penanganan,” kata pemerintah China dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

Banjir bandang tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat dan memicu aliran lumpur besar di wilayah dekat perbatasan China dan Nepal. Material longsoran yang terbawa arus menyebabkan sejumlah wilayah terdampak dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Xi Jinping meminta proses pencarian warga hilang dilakukan secara maksimal. Ia juga menginstruksikan penguatan sistem pemantauan risiko, peringatan dini, serta langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya bencana susulan.

“Semua daerah dan instansi terkait harus berpegang pada pemikiran yang memperhitungkan kemungkinan kondisi ekstrem dan memastikan keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat,” demikian arahan pemerintah China.

Perdana Menteri China Li Qiang juga meminta pendataan jumlah korban dan warga terdampak dilakukan secara akurat. Ia menginstruksikan seluruh kekuatan yang tersedia dikerahkan untuk mempercepat operasi penyelamatan, termasuk mengevakuasi warga yang berada dalam kondisi berbahaya.

Selain penanganan darurat, pemerintah China menyiapkan dukungan anggaran untuk pemulihan wilayah terdampak. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China mengalokasikan 100 juta yuan dari anggaran pemerintah pusat untuk mendukung pemulihan pascabencana di Kabupaten Gyirong.

Kementerian Keuangan dan Kementerian Manajemen Darurat China juga menyalurkan 120 juta yuan dana bantuan bencana alam pemerintah pusat untuk mendukung operasi penyelamatan, evakuasi warga, penanganan lokasi berbahaya, serta perbaikan rumah masyarakat yang mengalami kerusakan.

Operasi penyelamatan melibatkan 249 personel Pasukan Penyelamatan Kebakaran Komprehensif Nasional dan 325 personel dari berbagai lembaga penyelamatan teknis, termasuk China Anneng dan PowerChina. Tim tersebut membawa berbagai peralatan untuk mendukung pencarian korban dan penanganan kondisi darurat.

Pemerintah China turut mengaktifkan respons darurat bantuan bencana nasional tingkat II melalui Komisi Nasional Pencegahan, Pengurangan, dan Penanggulangan Bencana bersama Kementerian Manajemen Darurat.

Sebanyak 30.000 unit perlengkapan bantuan, seperti tenda, alat pemanas, pakaian, selimut, tempat tidur lipat, dan alas antilembap, disiapkan untuk mendukung kebutuhan warga yang dievakuasi.

Bencana di kawasan perbatasan Nepal-Tibet ini menjadi tantangan besar bagi upaya mitigasi bencana di wilayah pegunungan Himalaya yang memiliki kondisi geografis kompleks. Pemerintah kedua negara terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses penyelamatan dan penanganan korban berjalan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu
Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata
Internasional

Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata

AI keliru menganalisis data intelijen hingga hampir memicu operasi militer AS terhadap kapal China. Kasus ini membuka risiko AI di medan perang.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu
Perang Iran Ganggu Pasokan Energi, Trump Tunggu Penurunan Harga Minyak Pasca Pemilu
Internasional

Perang Iran Ganggu Pasokan Energi, Trump Tunggu Penurunan Harga Minyak Pasca Pemilu

Ketegangan di Timur Tengah kembali memengaruhi pasar energi dunia. Harga minyak menembus 100 dolar AS per barel di tengah konflik Iran.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 minggu lalu