CHINA - Pemerintah China mengerahkan tim penyelamat dan pejabat tinggi ke Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, wilayah Tibet, setelah banjir bandang dan longsor lumpur melanda kawasan perbatasan China-Nepal pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 150 orang meninggal dunia dan ratusan warga lainnya masih hilang.

Presiden China Xi Jinping memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya untuk mendukung operasi pencarian korban dan penanganan dampak bencana. Ia menunjuk Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing untuk memimpin sejumlah pejabat dari instansi terkait menuju lokasi terdampak guna mengarahkan proses penyelamatan.

“Berdasarkan instruksi penting Presiden Xi Jinping dan arahan Perdana Menteri Li Qiang, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing memimpin pejabat dari instansi terkait menuju lokasi bencana untuk memberikan arahan terhadap operasi penyelamatan dan penanganan,” kata pemerintah China dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

Banjir bandang tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat dan memicu aliran lumpur besar di wilayah dekat perbatasan China dan Nepal. Material longsoran yang terbawa arus menyebabkan sejumlah wilayah terdampak dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Xi Jinping meminta proses pencarian warga hilang dilakukan secara maksimal. Ia juga menginstruksikan penguatan sistem pemantauan risiko, peringatan dini, serta langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya bencana susulan.

“Semua daerah dan instansi terkait harus berpegang pada pemikiran yang memperhitungkan kemungkinan kondisi ekstrem dan memastikan keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat,” demikian arahan pemerintah China.

Perdana Menteri China Li Qiang juga meminta pendataan jumlah korban dan warga terdampak dilakukan secara akurat. Ia menginstruksikan seluruh kekuatan yang tersedia dikerahkan untuk mempercepat operasi penyelamatan, termasuk mengevakuasi warga yang berada dalam kondisi berbahaya.

Selain penanganan darurat, pemerintah China menyiapkan dukungan anggaran untuk pemulihan wilayah terdampak. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China mengalokasikan 100 juta yuan dari anggaran pemerintah pusat untuk mendukung pemulihan pascabencana di Kabupaten Gyirong.

Kementerian Keuangan dan Kementerian Manajemen Darurat China juga menyalurkan 120 juta yuan dana bantuan bencana alam pemerintah pusat untuk mendukung operasi penyelamatan, evakuasi warga, penanganan lokasi berbahaya, serta perbaikan rumah masyarakat yang mengalami kerusakan.

Operasi penyelamatan melibatkan 249 personel Pasukan Penyelamatan Kebakaran Komprehensif Nasional dan 325 personel dari berbagai lembaga penyelamatan teknis, termasuk China Anneng dan PowerChina. Tim tersebut membawa berbagai peralatan untuk mendukung pencarian korban dan penanganan kondisi darurat.

Pemerintah China turut mengaktifkan respons darurat bantuan bencana nasional tingkat II melalui Komisi Nasional Pencegahan, Pengurangan, dan Penanggulangan Bencana bersama Kementerian Manajemen Darurat.

Sebanyak 30.000 unit perlengkapan bantuan, seperti tenda, alat pemanas, pakaian, selimut, tempat tidur lipat, dan alas antilembap, disiapkan untuk mendukung kebutuhan warga yang dievakuasi.

Bencana di kawasan perbatasan Nepal-Tibet ini menjadi tantangan besar bagi upaya mitigasi bencana di wilayah pegunungan Himalaya yang memiliki kondisi geografis kompleks. Pemerintah kedua negara terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses penyelamatan dan penanganan korban berjalan.